Tautan-tautan Akses

PM Irak: Operasi Mosul Lebih Cepat dari Perkiraan


Konvoi militer Irak bergerak menuju kota Mosul untuk menggempur militan ISIS yang menguasai kota itu, Rabu (19/10).

Konvoi militer Irak bergerak menuju kota Mosul untuk menggempur militan ISIS yang menguasai kota itu, Rabu (19/10).

PM Irak Al-Abadi berbicara di Paris Kamis (20/10), di mana para Menlu negara Barat dan Timur Tengah bertemu untuk membahas pemulihan perdamaian dan stabilitas setelah ISIS digulingkan dari Mosul.

Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mengatakan operasi untuk merebut kembali Mosul dari Negara Islam atau ISIS akan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Al-Abadi berbicara di Paris di mana menteri luar negeri dari negara-negara Barat dan Timur Tengah bertemu untuk membahas berbagai cara memulihkan perdamaian dan stabilitas setelah kelompok ISIS digulingkan dari Mosul.

Hari Rabu (19/10), jenderal Amerika yang menjadi komandan kampanye darat pasukan koalisi di Irak mendesak pasukan Irak yang berjuang untuk merebut kembali Mosul agar tidak “bergerak begitu cepat sehingga mereka mulai memberikan kesempatan kepada musuh.”

“Saya tidak mengatakan kepada pasukan Irak agar tidak terburu-buru ke Mosul. Saya mengatakan mereka punya momentum, pertahankan momentum itu, terus erikan tekanan tanpa henti pada musuh dan musuh kemudian hancur,” ujar Mayor Jenderal Gary Volesky kepada wartawan melalui telepon dari Baghdad hari Rabu.

Jenderal itu mengatakan ia mengharapkan petarung ISIS akan melawan dengan “pertahanan konvensional penuh di Mosul” sampai mereka kalah. Setelah itu, katanya, ISIS akan berubah menjadi pasukan pemberontak, menggunakan metode non-konvensional untuk menyerang pasukan Irak dan warga sipil.

Amerika telah memberikan bantuan intelijen, dukungan logistik, ribuan serangan udara, tembakan artileri dan helikopter Apache untuk mendukung pertempuran merebut kembali Mosul. Namun, pertempuran itu bukan satu-satunya fokus Jenderal Volesky. Dia mengatakan sebagian pasukan Amerika sengaja ditempatkan di daerah-daerah lain di Irak untuk mencegah potensi upaya ISIS menggeser kepentingan pemerintah Irak ke wilayah selatan negara itu. [lt]

XS
SM
MD
LG