Tautan-tautan Akses

Olimpiade Manula Diadakan di Luar Washington DC

  • June Soh

Herb Levitan, salah seorang peserta Olimpiade manula cabang balap sepeda (foto: dok).

Herb Levitan, salah seorang peserta Olimpiade manula cabang balap sepeda (foto: dok).

Peserta Olimpiade Manula mulai bersaing minggu lalu di luar Washington, DC. Atlet-atlet ini tidak perlu menetapkan rekor yang memecahkan setiap kecepatan atau kekuatan, tapi semangat mereka sama besarnya dengan peserta Olimpiade di Rio, yakni berupaya melakukan yang terbaik.

Peserta di perlombaan ini setidaknya berusia 50 tahun. Banyak yang telah ikut serta dalam Olimpiade Senior selama bertahun-tahun. Herb Levitan berusia tujuh puluh tahun, telah terbiasa mengikutinya sejak tahun 2005.

"Saya menyukainya. Saya senang mempunyai kesempatan untuk berlomba dengan para manula lainnya. Semangat mereka luar biasa. Semua orang sangat mendukung," ujar Herb Levitan, peserta Olimpiade Manula.

Pensiunan ilmuwan neurologi itu mengatakan, ia tidak pernah mengikuti olahraga di sekolah atau di perguruan tinggi. Tapi di Olimpiade ini, ia bersaing di hampir 30 jenis lomba, termasuk balap sepeda, berenang, basket dan lompat jauh, dan telah memenangkan medali yang tak terhitung jumlahnya. Namun, menang bukanlah tujuannya.

“Saya mengikuti lomba karena mendorong saya untuk berlatih, menjaga tubuh dan bergaul dengan orang,” imbuh Herb Levitan.

Mandy Whalen, pembawa obor olimpiade manula pada upacara pembukaan adalah perempuan berusia 76 tahun. Ia berlomba di hampir semua nomer lari.

"Karena ketika saya muda, saya bukanlah pelari yang baik. Saya selalu tertinggal paling belakang dalam lomba lari," ujar Mandy Whalen.

Pengalaman itu tidak lagi terjadi pada dirinya! Pada pertandingan tahun ini, ia memenangkan 8 medali dalam kategori usianya sejauh ini.

Olimpiade Manula di wilayah Virginia Utara ini dimulai pada tahun 1982 dengan 75 peserta. Tahun ini diikuti 918 peserta, 100 orang lebih banyak daripada tahun lalu.

“Saya berpendapat, pertama, terdapat lebih banyak manula tinggal di daerah ini. Dan saya rasa, mereka lebih sadar akan kesehatan daripada sebelumnya,” ujar Jim Mackenzie, Ketua Komite Olimpiade Manula Virginia Utara.

Acara olahraga yang berlangsung di seluruh wilayah itu selama 11 hari itu, termasuk olahraga Olimpiade yang khas dan juga beberapa permainan yang tidak melibatkan fisik.

"Para manula ingin menjaga kesehatan otak mereka. Jadi ada beberapa olahraga baru tahun ini, Sudoku, Rummikub dan Spelling Bee atau mengeja kata-kata, para manula tertarik dengan kegiatan keterampilan semacam itu," imbuh Jim Mackenzie.

Kaum manula didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai acara terlepas dari pengalaman mereka.

Marvin Bryant, usia 90 tahun yang punya kesulitan bernapas, menyelesaikan nomer berjalan 800 meter dengan membawa ransel oksigennya. Ini adalah pertama kali baginya mengikuti Olimpiade Manula.

“Saya hanya ingin mengetahui apakan saya bisa melakukannya. Menyenangkan, dan saya menikmatinya,” ujar Marvin Bryant.

Temannya sesama peserta setuju.

"Mengasyikan. Mereka mengatakan kalau ikut berarti 90 persen hidup. Jadi jika saya bisa terus muncul, saya akan sangat senang,” ujar Herb Levitan. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG