Tautan-tautan Akses

AS

Oklahoma Buat Program Alternatif Bagi Perempuan Terpidana


Empat perempuan yang telah lulus dari program ReMerge, program alternatif penjara di Oklahoma County untuk perempuan terpidana non-kekerasan. (Reuters/Steve Olafson)

Empat perempuan yang telah lulus dari program ReMerge, program alternatif penjara di Oklahoma County untuk perempuan terpidana non-kekerasan. (Reuters/Steve Olafson)

Negara bagian Oklahoma menyediakan program rehabilitasi bagi perempuan terpidana dalam kasus non-kekerasan agar mereka tidak usah dipenjara.

Di negara bagian Oklahoma, yang memiliki jumlah narapidana perempuan per kapita lebih banyak dibandingkan negara bagian manapun di AS, sebuah upacara wisuda pada Senin (25/3) merayakan alternatif pemenjaraan kriminal perempuan yang tidak melakukan kekerasan.

Empat perempuan yang menuntaskan program rehabilitasi padat diberikan surat pembebasan dari jaksa Oklahoma County yang membebaskan mereka dari dakwaan pidana yang biasanya akan membuat mereka dipenjara.

Harapannya, setelah menjalani terapi selama setahun atau lebih, keempat perempuan tersebut dapat mengubah hidupnya dan mencegah anak-anak mereka menuju jalan hidup yang sama.

Beberapa pihak, seperti direktur penjara Oklahoma, Justin Jones, yakin bahwa mematahkan siklus penjara dengan fokus pada rehabilitasi ibu-ibu muda merupakan alternatif masuk akal dibandingkan menjebloskan mereka ke penjara yang sudah kelebihan kapasitas atau membangun lembaga pemasyarakatan baru.

“Jika Anda betul-betul ingin menghentikan pertumbuhan orang yang dipenjara di negara ini dan khususnya di Oklahoma, Anda harus melihat pada generasi berikutnya,” ujar Jones.

Sekitar 70 persen dari narapidana generasi berikutnya akan merupakan anak-anak dari mereka yang sekarang dipenjara, ujarnya.

“Program-program seperti ini sangat kritis dalam menghentikan siklus pemenjaraan,” ujar Jones.

Namun program ini sulit digalakkan di Oklahoma, negara bagian yang konservatif secara politik dan telah mengeksekusi lebih banyak narapidana per kapita dibandingkan negara bagian lain, menurut Pusat Informasi Hukuman Mati.

Sistem penjara Oklahoma selama berpuluh tahun memiliki kapasitas 100 persen, ujar Jones, dan 1.900 laki-laki dan perempuan yang telah didakwa penjara disimpan dulu di rumah tahanan sampai ada ruangan yang kosong.

Jumlah itu diperkirakan akan terus meningkat.

Tingkat pemenjaraan perempuan di Oklahoma mencapai 121 per 100.000 penduduk, lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu 65, menurut data Biro Statistik Hukum.

Tingginya angka ini berkaitan dengan hukuman minimum yang keras untuk pelanggaran hukum yang berulang, kemiskinan dan respon pemerintah yang lemah atas kekerasan terhadap anak-anak dan kecanduan narkotika dan obat-obatan terlarang, menurut Amy Santee, petugas program senior dari Yayasan George Kaiser Family di Tulsa.

“Trauma mereka dimulai sangat dini dalam hidup mereka,” ujarnya seraya menambahkan bahwa “sangat sulit untuk mendapatkan perawatan kecanduan narkoba jika Anda tidak punya uang.”

Yayasan tersebut telah menyediakan pendanaan utama bagi program penjara alternatif yang disebut Women in Recovery (Perempuan dalam Pemulihan) yang dimulai pada 2009 dan ditujukan pada ibu-ibu muda di daerah Tulsa County. Program di Oklahoma County, disebut ReMerge, meniru pola yang dilakukan di Tulsa. ReMerge didanai oleh lembaga-lembaga nirlaba serta pemerintah daerah.

Program-program yang dilakukan di kedua County ini mahal dan intens.

Program termasuk terapi kelompok dan individual, perumahan, pelatihan kerja dan transportasi. Para peserta harus melakukan uji narkoba yang rutin, dan diawasi lewat alat pelacak yang dipasang di pergelangan kaki, paling tidak untuk sementara waktu.

Banyak perempuan peserta program ini menghadapi kekerasan seksual dan fisik di masa kecilnya, korban kekerasan dalam rumah tangga dan kecanduan narkoba atau alkohol, menurut petugas program ini.

Dalam banyak kasus, mereka kehilangan hak asuh atas anak-anak mereka, terkucilkan dari keluarga dan tidak memiliki sistem pendukung, ujar Terri Woodland, direktur program ReMerge.

"Oklahoma tertinggal, dan ini membuat kewalahan. Jika saya punya tongkat sihir, saya akan memberi perempuan-perempuan ini nenek dan bibi yang akan mengurus mereka,” ujar Woodland.

Keempat perempuan yang telah lulus menyatakan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan dan harapan untuk masa depan.

"Saya sangat hancur,” ujar Dashelle Black, 39. "Hari ini, saya memiliki surat izin mengemudi yang tidak saya miliki dalam 12,5 tahun. Ini sangat luar biasa. Saya memiliki tempat sendiri dan membayar tagihan bulanan saya. Saya tidak pernah berpikir bisa menata kembali hidup saya.” (Reuters/Steve Olafson)
XS
SM
MD
LG