Tautan-tautan Akses

AS

Khawatir Flu Burung, Ohio Batalkan Pameran Unggas


Peternakan kalkun di negara bagian Minnesota, AS (foto: dok). Lebih dari 44 juta ayam dan kalkun di AS bagian tengah mati akibat flu burung.

Peternakan kalkun di negara bagian Minnesota, AS (foto: dok). Lebih dari 44 juta ayam dan kalkun di AS bagian tengah mati akibat flu burung.

Virus flu burung telah membunuh lebih dari 44 juta ayam dan kalkun di kawasan Amerika bagian tengah, namun belum ditemukan di negara bagian Ohio.

Departemen Pertanian Ohio hari Selasa (2/6) mengumumkan seluruh pameran unggas di Ohio State Fair dan pameran-pameran lain di negara bagian itu tahun ini dibatalkan karena ancaman virus flu burung.

Virus yang telah membunuh lebih dari 44 juta ayam dan kalkun di kawasan Amerika bagian tengah itu belum ditemukan di Ohio, tetapi pejabat-pejabat negara bagian Ohio mengatakan kebijakan melarang pameran unggas itu perlu untuk melindungi industri unggas Ohio yang bernilai 2,3 milyar dolar.

Kebijakan itu berlaku untuk lelang unggas, pertukaran ternak unggas dan seluruh bentuk pameran atau penjualan unggas.

“Ini merupakan keputusan yang sulit karena berarti anak-anak muda tidak bisa menunjukkan unggas milik mereka dalam pameran tersebut, tetapi ini demi kepentingan industri unggas – tempat bergantungnya ribuan keluarga dan pebisnis di Ohio – dan menyumbang milyaran dolar bagi ekonomi negara bagian ini” – ujar Direktur Pertanian Ohio David Daniels..

Beberapa negara bagian lain juga telah membatalkan pameran unggas pada musim panas ini, termasuk Indiana, Pennsylvania, West Virginia dan Michigan.

Iowa – produsen telur utama di Amerika – telah kehilangan sepertiga ayam petelurnya akibat virus ini.

Para ilmuwan percaya migrasi unggas telah menyebarkan virus flu jenis H5N2. Bebek dan angsa liar tidak tertular virus ini tetapi bisa menyebarkannya lewat kotorannya. Diperkirakan virus ini sampai ke peternakan unggas lewat sepatu atau pakaian para pekerja, atau mungkin lewat debu yang terkontaminasi.

Pejabat-pejabat kesehatan mengatakan manusia tidak beresiko tertular virus flu burung jenis H5N2 ini.

XS
SM
MD
LG