Tautan-tautan Akses

OECD: Mayoritas Negara Utama Dunia Alami Pelemahan Ekonomi


Menteri Ekonomi dan Keuangan Itallia, Pier Carlo Padoan berbicara di kantor OECD di Paris, Perancis (foto: dok).

Menteri Ekonomi dan Keuangan Itallia, Pier Carlo Padoan berbicara di kantor OECD di Paris, Perancis (foto: dok).

OECD di Paris Rabu (4/11) mengatakan, pertumbuhan ekonomi melambat di sebagian besar kekuatan ekonomi utama dunia, termasuk di AS dan terutama di China.

Pertumbuhan ekonomi tampaknya melambat di sebagian besar kekuatan ekonomi utama dunia, termasuk di Amerika dan terutama di China, menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang berbasis di Paris, Rabu (4/11).

OECD mengatakan indikator utama bulanan pada umumnya menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang moderat di negara-negara tersebut. Namun, perekonomian negara-negara zona euro stabil, dimotori oleh pertumbuhan ekonomi di Perancis dan Italia.

Berdasarkan indeks rata-rata jangka panjang OECD, ekonomi China, AS, Jepang, dan Inggris melambat. Namun, zona euro secara keseluruhan justru stabil dengan Perancis dan Italia mengalami peningkatan ekonomi, sementara Jerman sebagai ekonomi terbesar zona euro juga stabil.

Di luar AS dan zona euro, negara-negara ekonomi utama dunia lainnya: China, Brazil dan Rusia mengalami perlambatan ekonomi, sementara India mengalami pertumbuhan ekonomi yang kokoh.

Namun, menurut perusahaan informasi keuangan "Markit", perekonomian di 19 negara zona terus berkembang tetapi tidak ada tanda-tanda untuk segera "tinggal landas", sementara Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memperluas stimulus bulan depan.

Dari empat negara besar zona euro, Markit menemukan bahwa Spanyol, yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi kedua di zona euro setelah Yunani, mengalami pertumbuhan kuartal ketiga (Juli-September) tertinggi, yaitu sekitar 0,7 persen. Sementara Jerman tumbuh 0,4 persen, Italia sebesar 0,3 persen, dan Perancis dengan 0,2 persen pada kuartal ketiga tahun ini.

Survei "Markit" juga menunjukkan inflasi dalam zona euro cukup terkendali, sehingga diharapkan Bank Sentral Eropa dapat terus meningkatkan program stimulus ekonomi di negara-negara anggota zona euro pada pertemuan bulan Desember mendatang. [pp]

XS
SM
MD
LG