Tautan-tautan Akses

OECD: Ekonomi Negara Kaya akan Tumbuh 3 Persen


Para pencari kerja mendatangi kantor informasi lapangan kerja di AS. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi di negara G-7 tergantung seberapa cepat pasar tenaga kerja akan pulih.

Para pencari kerja mendatangi kantor informasi lapangan kerja di AS. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi di negara G-7 tergantung seberapa cepat pasar tenaga kerja akan pulih.

OECD menyatakan pertumbuhan ekonomi untuk anggota G-7 bisa lebih cepat bila pasar tenaga kerja pulih lebih cepat.

Kelompok riset ekonomi yang terkemuka menyatakan pertumbuhan di negara-negara terkaya mungkin akan melaju sedikit lebih cepat menjadi 3 persen per tahun selama beberapa bulan ke depan.

Pakar dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan menyatakan pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara G-7 dapat lebih cepat bila pasar tenaga kerja pulih lebih cepat dari dugaan, atau jika laba perusahaan bertambah lebih cepat dari ramalan.

Menurut OECD, kenaikan harga komoditi meningkatkan kekhawatiran akan inflasi, tapi mencatat bahwa lemahnya permintaan untuk tenaga kerja dan pabrik-pabrik menyulitkan orang dan perusahaan untuk mendapat upah lebih tinggi atau harga.

Kelompok riset yang berbasis di Paris ini mengemukakan bahwa ramalan mungkin terlalu optimistis jika masalah dengan harga minyak, hutang pemerintah, atau Jepang ternyata lebih buruk dari dugaan.

Para penulis laporan itu mengambil langkah yang lain dari biasanya dengan tidak menyertakan Jepang dalam perhitungan untuk negara-negara G-7 karena masih terlalu dini untuk mengakses secara akurat dampak gempa bumi dan tsunami baru-baru di sana.

Selain Jepang, anggota G-7 termasuk Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia, Jerman dan Kanada.

Sementara itu, sektor jasa Amerika dilaporkan meluas untuk 16 bulan berturut-turut pada bulan Maret lalu. Laporan Selasa ini dari kelompok industri Institute for Supply Management menunjukkan perluasan itu sedikit lebih lambat dari bulan sebelumnya.

Jasa yang mewakili 90 persen aktifitas ekonomi Amerika mencakup ritel, konstruksi, jasa keuangan dan hampir semua sektor di luar perpabrikan.

Indeks ISM untuk jasa turun lebih dari 2 persen dari bulan sebelumnya menjadi 57,3, pada skala dimana angka di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan.

XS
SM
MD
LG