Tautan-tautan Akses

Obat Lama Mungkin Punya Peran Baru untuk Obati Alzheimer


Penelitian di AS dengan melakukan tes darah untuk deteksi kandungan protein pada otak, guna mengobati penyakit Alzheimer atau pikun.

Penelitian di AS dengan melakukan tes darah untuk deteksi kandungan protein pada otak, guna mengobati penyakit Alzheimer atau pikun.

Sebuah studi baru pada tikus-tikus laboratorium, dengan memberikan obat yang telah lama ada, menunjukkan kemungkinan baru untuk mengobati penyakit Alzheimer.

Imun globulin - juga disebut gamma globulin - dibuat dari plasma darah yang dimurnikan dan biasanya digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baru-baru ini, para ilmuwan telah mengeksplorasi kemungkinannya sebagai obat untuk penyakit Alzheimer.

Hasil-hasil percobaan imun globulin ini tidak konsisten. Peneliti Giulio Pasinetti dari Mount Sinai School of Medicine di New York dan rekan-rekannya berpendapat hasil yang tidak konsisten ini adalah karena variasi dalam bagaimana imun globulin diberikan. Mereka memberi tikus-tikus laboratorium dosis suntikan yang sangat kecil selama empat minggu.

"Kami mampu menunjukkan bahwa jumlah yang 10 - 20 kali lebih rendah mampu untuk meningkatkan, secara dramatis kerusakan kognitif dari penyakit Alzheimer pada tikus-tikus itu,” ungkap Pasinetti.

Pasinetti mengatakan pengobatan meningkatkan komponen sistem kekebalan tertentu yang disebut anaphylotoxins, yang dapat membantu mengembalikan plastisitas, kemampuan otak untuk memperbaharui dirinya sendiri sesuai kebutuhan. Hal ini juga mungkin memiliki peran dalam mengurangi deposit amyloid protein beta dalam otak yang merupakan ciri khas penyakit Alzheimer.

Hasil penelitian Giulio Pasinetti dipresentasikan pada pertemuan ilmiah “Experimental Biology“ tahun 2012 di San Diego, California.
XS
SM
MD
LG