Tautan-tautan Akses

Obat Ibuprofen Bisa Cegah Penyakit Parkinson

  • Jessica Berman
  • Wita Sholhead

Pil ibuprofen, menurut hasil penelitian di Harvard University, punya khasiat lain selain menghilangkan sakit kepala.

Pil ibuprofen, menurut hasil penelitian di Harvard University, punya khasiat lain selain menghilangkan sakit kepala.

Para pakar mengatakan Ibuprofen, obat pusing biasa, bisa mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson, kelainan otak yang bisa melumpuhkan fisik dan kebanyakan menyerang manula.

Setelah penelitian selama enam tahun terhadap lebih dari 136 ribu perawat dan dokter, para peneliti pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Harvard University menemukan bahwa mereka yang minum obat ibuprofen secara teratur untuk mengatasi pusing atau rasa sakit lainnya, bisa mengurangi resiko terkena penyakit Parkinson sebesar 40 persen.

Minum satu atau dua pil ibuprofen sekali atau dua kali seminggu bisa dianggap sebagai rutin. Pil pengurang rasa sakit lain yang umum dikonsumsi, termasuk aspirin dan acetaminophen, tidak memberikan manfaat serupa.

Peneliti Alberto Ascheiro mengatakan bahwa ibuprofen nampaknya mempengaruhi jalan syaraf yang terkait dalam perkembangan penyakit Parkinson. Penyakit itu mengakibatkan tubuh sulit bergerak dan otot-otot gemetar tanpa dapat dikontrol.

Pada tingkat ini, ujar Ascheiro, orang tidak disarankan minum ibuprofen untuk mencegah penyakit Parkinson, yang biasanya menyerang orang berusia di atas 65 tahun. “Parkinson’s adalah penyakit langka, jadi kami tidak menyarankan orang minum ibuprofen untuk mencegah penyakit itu,” ujarnya.

Jika tidak digunakan secara berhati-hati, ibuprofen punya akibat sampingan pada perut, ginjal, hati, dan saluran kencing.

Ascheiro mengatakan para peneliti sedang menguji apakah obat itu bermanfaat bagi mereka yang didiagnosa dengan penyakit tersebut, yang jumlahnya diperkirakan enam juta orang di seluruh dunia. Ia menjelaskan, “Yang betul-betul perlu kita buktikan adalah bahwa penggunaan ibuprofen dalam jangka panjang punya dampak positif. Jadi, yang perlu dilakukan adalah uji klinik untuk mengetahui apakah ibuprofen dapat membantu orang yang menderita Parkinson.”

Penelitian yang menyebutkan kemungkinan adanya kaitan antara penggunaan ibuprofen dan pengurangan risiko terkena Parkinson diteribitkan dalam jurnal Neurology.

Ibuprofen dapat diperoleh bebas tanpa resep dokter dan muncul dalam merek yang beraneka ragam.

XS
SM
MD
LG