Tautan-tautan Akses

Obat Baru Sembuhkan Penyakit Tidur akibat Lalat Tsetse


Lalat tsetse menyebarkan parasit yang menyebabkan penyakit tidur mematikan di Afrika.

Lalat tsetse menyebarkan parasit yang menyebabkan penyakit tidur mematikan di Afrika.

Penyakit tidur merupakan penyakit mematikan yang menyerang 60.000 orang di Afrika setiap tahun. Kini, seorang ilmuwan di Skotlandia mengatakan mereka mungkin telah menemukan sebuah cara pengobatan baru.

Penyakit tidur menyebar karena gigitan lalat tsetse. Lalat ini dapat menularkan parasit yang menginfeksi sistem syaraf pusat manusia. Awalnya infeksi tersebut menyebabkan demam, sakit kepala, gatal-gatal pada kulit dan lemas.

Kemudian parasit itu masuk ke otak dan menyebabkan masalah-masalah yang lebih serius. Penderita akan merasa kejang-kejang dan sulit berpikir, serta tidur dalam waktu yang lebih lama. Jika penyakit tersebut tidak diobati, biasanya korban tidak pernah bangun dari tidurnya, dan meninggal dunia

Paul Wyatt dari program Penemuan Obat-obatan untuk Penyakit Tropis di Universitas Dundee, Skotlandia, memimpin studi mengenai penyakit ini. Ia mengatakan riset menemukan kelemahan pada parasit itu. Kelemahan tersebut adalah enzim yang disebut M-myristoyl Transferase atau NMT yang diperlukan parasit untuk hidup.

Periset mengembangkan campuran bahan-bahan kimia yang mengganggu kerja enzim itu. Mereka mengujinya dalam tabung uji coba yang berisi parasit-parasit itu. Hasilnya parasit-parasit itu tidak bisa lagi berreproduksi.

Ilmuwan juga menguji pengobatan itu pada tikus laboratorium yang menderita penyakit tidur. Ilmuwan memasukkan bahan-bahan kimia tersebut lewat mulut tikus, dan mengatakan infeksi itu hilang.

Paul Wyatt mengatakan obat yang didasarkan pada riset itu mungkin siap untuk diuji pada manusia dalam 18 bulan mendatang. Saat ini, obat-obatan untuk penyakit tidur diberikan dalam sejumlah suntikan yang mahal dan menyakitkan, dan penderita harus dirawat di rumah sakit. Dampak sampingan pengobatan itu bisa serius terkadang menyebabkan kematian. Francois Chappuis, pakar penyakit-penyakit tropis dari kelompok Dokter Tanpa Tapal Batas mengatakan pengobatan yang lebih murah dan mudah digunakan untuk penyakit tidur sangat dibutuhkan.

"Di kawasan-kawasan di mana penyakit tidur masih umum, seperti kawasan terpencil di negara-negara Afrika Tengah, yang masih sangat tidak stabil, juga penting adanya perawatan yang lebih sederhana dan jelas obat yang diminum merupakan yang terbaik," tambah Francois Chappuis.

XS
SM
MD
LG