Tautan-tautan Akses

AS

Obama, Dalai Lama akan Hadiri Upacara 'National Prayer Breakfast'


Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama tiba di Washington, D.C (Foto: dok).

Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama tiba di Washington, D.C (Foto: dok).

Meskipun Dalai Lama bersiteguh bahwa dia hanya mengusahakan otonomi bagi Tibet, China memandang pemimpin spiritual itu sebagai tokoh separatis yang berbahaya.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Dalai Lama akan menghadiri upacara tahunan “National Prayer Breakfast” atau“Doa Sarapan Pagi Nasional” pada hari Kamis (5/1) di Washington, namun belum ada keterangan lebih lanjut mengenai rencana pertemuan kedua pemimpin ini.

Para pejabat Gedung Putih mengecilkan kemungkinan Presiden Obama akan secara terang-terangan berkomunikasi dengan pemimpin spiritual Tibet di pengasingan itu, satu tindakan yang pasti akan menggusarkan China.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Bernadette Meehan, menyebutkan dalam satu pernyataan, hari Rabu (4/1), Presiden Obama adalah "pendukung kuat ajaran-ajaran Dalai Lama yang mengupayakan pelestarian tradisi-tradisi agama, budaya dan bahasa Tibet."

Meskipun Dalai Lama bersiteguh bahwa dia hanya mengusahakan otonomi bagi Tibet, China memandang pemimpin spiritual itu sebagai tokoh separatis yang berbahaya, dan secara rutin mengecam pemimpin negara-negara yang bertemu dengannya.

Sejak menjabat presiden, Obama telah tiga kali bertemu dengan Dalai Lama, tetapi hanya bersifat pribadi. Lebih dari tiga ribu orang dari berbagai agama diperkirakan akan hadir dalam upacara “National Prayer Breakfast,” yang memfokuskan pada kebebasan beragama.

XS
SM
MD
LG