Tautan-tautan Akses

Obama Undang 232 Anggota DPR AS Fraksi Republik ke Gedung Putih


Presiden Barack Obama dan para pemimpin DPR AS dalam pertemuan di Gedung Putih (foto: dok). Obama mengundang 232 anggota DPR fraksi Republik untuk berunding hari Kamis 10/10.

Presiden Barack Obama dan para pemimpin DPR AS dalam pertemuan di Gedung Putih (foto: dok). Obama mengundang 232 anggota DPR fraksi Republik untuk berunding hari Kamis 10/10.

Presiden Barack Obama telah mengundang ke-232 anggota fraksi Republik di DPR AS untuk berunding di Gedung Putih hari Kamis (10/10).

Presiden Barack Obama telah mengundang ke-232 anggota fraksi Republik di DPR ke Gedung Putih hari Kamis, untuk berunding guna mengakhiri penghentian sebagian kegiatan pemerintah dan menaikkan pagu utang.

Tetapi juru bicara Jay Carney mengatakan Presiden Obama kecewa pada Ketua DPR John Boehner yang hanya akan mengutus 18 anggota fraksi Republik – yang memegang jabatan pemimpin – untuk menghadiri perundingan itu.

Presiden Obama hari Rabu bertemu dengan anggota-anggota fraksi Demokrat di DPR untuk merundingkan strategi.

Semua pihak mengatakan penting untuk berunding, dan Jay Carney menegaskan Presiden Obama yakin anggota-anggota fraksi Republik di DPR “akan melakukan hal yang tepat” dan meloloskan RUU untuk menaikkan pagu utang dan memulai kembali kegiatan pemerintah Amerika.

Presiden Obama mengatakan kegagalan memberi wewenang kepada pemerintah guna meminjam uang untuk membayar utang-utangnya akan menjadi bencana bagi dunia ekonomi.

Tetapi Ketua DPR John Boehner menuntut perundingan tentang pemangkasan anggaran dan program asuransi kesehatan yang digagas Presiden Obama terlebih dahulu sebelum memperbolehkan DPR mengadakan pemungutan suara.

Presiden Obama mengatakan ia tidak akan berunding di bawah ancaman.

Penghentian sebagian kegiatan pemerintah yang kini memasuki minggu kedua telah menghentikan semua kegiatan kecuali layanan yang sangat penting, dan telah merumahkan lebih dari 800 ribu pegawai. Beberapa di antara mereka telah mulai kembali bekerja tetapi tidak tahu kapan mereka akan menerima gaji.

Presiden Obama hari Rabu mengatakan ia ingin agar tunjangan kematian bagi keluarga tentara yang anggotanya tewas di meda tempur, segera dibayar. DPR telah menyetujui pemberian tunjangan kematian itu dengan suara bulat, yang kemudian diajukan ke Senat.

Sebuah organisasi swasta mengatakan akan membayar tunjangan-tunjangan itu dan biaya lain bagi keluarga hingga tunjangan kematian itu dibayar.
XS
SM
MD
LG