Tautan-tautan Akses

AS

Obama Tuntut Kebenaran dalam Kasus Kematian Pemuda Kulit Hitam di Baltimore


Presiden Barack Obama menjawab pertanyaan mengenai situasi di Baltimore di tengah-tengah pertemuan di Ruangan Roosevelt, Gedung Putih, Jumat (1/5).

Presiden Barack Obama menjawab pertanyaan mengenai situasi di Baltimore di tengah-tengah pertemuan di Ruangan Roosevelt, Gedung Putih, Jumat (1/5).

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan “sangatlah penting kebenaran harus mencuat” mengenai apa yang terjadi terhadap Freddie Gray, laki-laki kulit hitam yang meninggal dalam tahanan polisi Baltimore bulan lalu.

Obama berkata demikian hari Jumat setelah jaksa resmi mengajukan dakwaan terhadap enam polisi yang terlibat dalam penangkapan Gray. Pihak pemeriksa medis kota Baltimore menetapkan kematian laki-laki berusia 25 tahun itu sebagai pembunuhan.

“Saya pikir warga Baltimore hanya menginginkan kebenaran,” kata Obama di Gedung Putih. “Itulah yang diharapkan semua orang di seluruh negeri.”

Obama mengatakan ia tidak dapat mengomentari proses hukum yang sedang berjalan, tetapi ia ingin memastikan sistem hukum berjalan semestinya dan keadilan harus ditegakkan.

“Orang-orang yang didakwa jelas juga pantas mendapatkan proses sesuai aturan hukum,” kata Obama. Ia menambahkan Departemen Kehakiman Amerika dan kejaksaan agung juga siap memberi bantuan kepada pihak berwenang Baltimore.

Jaksa negara bagian Marilyn Mosby hari Jumat mengatakan Gray menderita cedera leher parah ketika diangkut dengan mobil van polisi tanggal 12 April lalu. Katanya, sabuk pengaman Gray tidak dipasang sebagaimana mestinya dan polisi tidak mencari atau memberi bantuan medis meski diminta Gray.

Mosby mengatakan penangkapan tersebut juga tidak sah. Pisau yang dibawa-bawa oleh Gray, menurutnya, bukanlah jenis pisau lipat otomatis sehingga tidak melanggar hukum.

Kematian Gray adalah yang terbaru dalam serangkaian insiden brutalitas polisi terhadap kaum minoritas, terutama laki-laki kulit hitam, di Amerika.

XS
SM
MD
LG