Tautan-tautan Akses

AS

Obama Tegaskan Komitmen AS bagi Keamanan Israel


Presiden AS Barack Obama, mengenakan kopiah tradisional Yahudi "yarmulke" melambai kepada hadirin usai pidato di sebuah sinagog di Washington DC hari Jumat (22/5).

Presiden AS Barack Obama, mengenakan kopiah tradisional Yahudi "yarmulke" melambai kepada hadirin usai pidato di sebuah sinagog di Washington DC hari Jumat (22/5).

Presiden AS Barack Obama Jumat (22/5) menekankan bahwa Iran "dalam situasi apapun tidak akan dibiarkan memiliki senjata nuklir".

Presiden Barack Obama telah menegaskan kembali komitmen Amerika bagi keamanan Israel dan menekankan bahwa Iran "dalam situasi apapun tidak akan dibiarkan memiliki senjata nuklir".

Dalam kunjungannya ke sinagog terbesar di Washington hari Jumat (22/5), Presiden Obama mengatakan perjanjian kerangka kerja sama bulan lalu antara Iran, Amerika dan negara-negara besar dunia "sudah menghentikan atau menunda program senjata nuklir Iran".

"Sekarang kita mencari penyelesaian yang menyeluruh," kata Presiden Obama. Lebih lanjut, Obama menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan menerima kesepakatan (nuklir dengan Iran) yang buruk, karena ia terlibat di dalamnya jadi ia sangat berkepentingan untuk memastikan perjanjian itu dilaksanakan sesuai isinya.

Para perunding dari Iran dan kelompok yang mencakup Inggris, China, Perancis, Russia, Amerika and Jerman terus berusaha mencapai perjanjian lengkap dan akhir sebelum batas waktu 30 Juni berdasarkan kesepakatan "kerangka kerja" tadi. Ini sebagai imbalan atas kesediaan barat untuk melonggarkan sanksi-sanksi terhadap Iran.

Presiden Obama mengatakan tertarik dengan sebuah kesepakatan yang menghambat setiap usaha Iran membuat senjata nuklir, dan menegaskan jika menyangkut mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, semua pilihan tetap terbuka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam perjanjian kerangka kerja dengan Iran itu dengan menyebutnya lemah.

XS
SM
MD
LG