Tautan-tautan Akses

AS

Obama Tegaskan Barat Tidak Perang Melawan Islam


Presiden AS Barack Obama berbicara pada KTT Kontra Ekstremisme di Washington, Kamis (19/2).

Presiden AS Barack Obama berbicara pada KTT Kontra Ekstremisme di Washington, Kamis (19/2).

Presiden AS Barack Obama di Washington Kamis (19/2) menyangkal pernyataan kelompok teroris bahwa negara-negara Barat berperang melawan Islam.

Presiden AS Barack Obama hari Kamis (19/2) menyatakan setiap pernyataan kelompok-kelompok teroris bahwa negara-negara Barat berperang melawan Islam adalah "bohong belaka."

Dalam pidato yang panjang lebar pada konferensi anti-terorisme di Gedung Putih di Washington, Obama menjanjikan perlawanan tanpa henti terhadap ISIS dan kelompok teroris lainnya. Ia menolak gagasan negara-negara Barat yang sebagian besar Kristen dan Yahudi melancarkan perang terhadap umat Islam.

"Gagasan Barat berperang dengan Islam adalah bohong belaka," katanya.

Obama mengatakan pemerintah dan budaya dunia harus berusaha mengakhiri konflik sektarian, termasuk Sunni melawan Syiah di dunia Muslim. Selain itu, ia mengatakan para pemimpin dunia harus membantu mengentaskan kemiskinan dan penindasan, yang katanya tempat perkembangan upaya perekrutan teroris.

"Ketika orang-orang tertindas dan HAM dilanggar, terutama di daerah sektarian atau daerah etnis, ketika perbedaan pendapat dibungkam, maka kekerasan ekstremisme berkembang."

Obama mengatakan orang-orang muda di seluruh dunia "diajarkan membenci" dan "kita sebagai orang dewasa mesti memberi pelajaran bagi mereka."

Obama berbicara setelah Sekjen PBB Ban Ki-moon di Gedung Putih dalam Konferensi Anti- Ekstrimisme yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Sekjen PBB Ban Ki-moon hari Kamis menyebut tindakan kekerasan ISIS dan Boko Haram merupakan "ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," tetapi katanya pemerintah di seluruh dunia sering disalahkan karena mendorong daya tarik kelompok teroris tersebut di kalangan masyarakat yang tertindas.

"Penindasan, korupsi dan ketidakadilan merupakan tempat berkembangnya kebencian," ujar Ban Ki-moon.

Imam Muslim AS, Sheikh Sa'ad Musse Roble dari Minneapolis mendengarkan pidato Presiden Barack Obama pada KTT Kontra Ekstremisme di Gedung Putih (18/2).

Imam Muslim AS, Sheikh Sa'ad Musse Roble dari Minneapolis mendengarkan pidato Presiden Barack Obama pada KTT Kontra Ekstremisme di Gedung Putih (18/2).

Sehari sebelumnya, dalam pidato hari Rabu (18/2) di depan sekelompok tokoh masyarakat dan agama, Presiden Obama meminta mereka agar ikut membantu memerangi “janji-janji palsu ekstremisme” dan menolak gagasan bahwa kelompok-kelompok “teroris” mewakili Islam.

Pemerintahan Obama telah berhati-hati dengan tidak memberikan fokus konferensi minggu ini semata-mata pada ekstrimisme Islam, tetapi pada semua bentuk ekstremisme.

“Mereka berusaha menggambarkan diri mereka sebagai pemimpin agama, pejuang suci,” kata Obama hari Rabu di Gedung Putih. “Mereka bukan pemimpin agama, mereka adalah teroris. Kita tidak berperang melawan Islam. Kita berperang melawan orang-orang yang telah menyalahgunakan Islam.” Demikian lanjutnya.

Dia juga mengimbau para Muslim terkemuka agar berbuat lebih banyak untuk menjauhkan diri dari ideologi-ideologi brutal.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG