Tautan-tautan Akses

Obama: Tak Ada Pemenang dalam Sengketa Anggaran


Presiden AS Barack Obama memberikan komentar mengenai pengesahan UU Anggaran di Gedung Putih hari Kamis (17/10).

Presiden AS Barack Obama memberikan komentar mengenai pengesahan UU Anggaran di Gedung Putih hari Kamis (17/10).

Presiden AS Barack Obama mengatakan Kamis (17/10), kemacetan anggaran di Kongres AS telah menimbulkan kerugian terhadap perekonomian Amerika.

Presiden Barack Obama mengatakan, tidak ada pemenang dalam disetujuinya rancangan undang-undang oleh Kongres untuk mendanai pemerintah dan mencegah kemungkinan penunggakan pembayaran cicilan utang.

Berbicara hari Kamis (17/10) di Gedung Putih, Obama mengatakan kemacetan yang memicu penutupan parsial pemerintah selama 16 hari telah menimbulkan kerugian yang sama sekali tidak perlu terjadi terhadap perekonomian Amerika.

Menurut Obama, rakyat Amerika sudah muak dengan Washington, dan sudah saatnya mengupayakan kembali kepercayaan mereka.

Para pegawai pemerintah kembali bekerja hari Kamis setelah Kongres menyetujui rancangan undang-undang kompromi Rabu malam untuk mendanai pemerintah. Obama segera menandatangani RUU itu menjadi undang-undang.

Undang-undang itu mendanai pemerintah sampai 15 Januari dan menaikkan pagu utang untuk menghindari risiko penunggakan utang sampai 7 Februari. Sementara itu, para legislator akan terus merundingkan pengurangan anggaran.

Sementara itu, pemerintah China menyambut gembira persetujuan di Washington untuk menaikkan pagu utang dan menghindari penunggakan yang dapat menimbulkan dampak sangat besar.

Kementerian Luar Negeri China hari Kamis mengatakan, persetujuan itu baik bagi kepentingan Amerika dan membantu kestabilan dan pembangunan ekonomi dunia.

Media resmi Beijing memberikan penilaian yang lebih blak-blakan. Tajuk kantor berita Xinhua menuduh para legislator Amerika menyandera seluruh dunia dan memperingatkan bahwa kemacetan akan membuat surat obligasi pemerintah Amerika Serikat tidak lagi merupakan investasi yang aman.

China adalah pemegang terbesar utang pemerintah Amerika dan telah berulangkali memperingatkan mengenai dampak global penunggakan utang Amerika.

Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Christine LaGarde juga menyambut gembira persetujuan di Washington, namun ia mendesak agar Kongres Amerika menghapuskan ketidakpastian terkait kebijakan fiskal Washington, dengan menaikkan pagu utang untuk jangka yang lebih panjang.
XS
SM
MD
LG