Tautan-tautan Akses

Obama: Operasi bin Laden “40 Menit Terlama”


Presiden Amerika Barack Obama mengatakan bin Laden jelas memiliki "semacam dukungan jaringan" di dalam Pakistan.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan bin Laden jelas memiliki "semacam dukungan jaringan" di dalam Pakistan.

Obama mengatakan dalam wawancara televisi, CBS 60 Minutes, bahwa kekhawatiran utamanya adalah menjadi komando.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia memerintahkan serangan terhadap pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden setelah memutuskan bahwa resikonya sebanding dengan kemungkinan "untuk menangkap Osama pada akhirnya."

Obama mengatakan dalam wawancara televisi, CBS 60 Minutes, Minggu malam bahwa kekhawatiran utamanya adalah menjadi komando, dan ia tidak khawatir atas kemungkinan bahwa bin Laden bisa terbunuh. Presiden mengatakan penyerbuan itu adalah "40 menit terlama" dalam hidupnya, dengan pengecualian ketika putrinya Sasha sakit meningitis ketika ia berumur tiga bulan.

Obama mengatakan siapa saja yang mempertanyakan apakah pemimpin teroris itu tidak pantas menemui nasibnya, "perlu memeriksa isi kepala mereka."

Ia mengatakan masih belum jelas apakah pemerintah Pakistan mengetahui keberadaan bin Laden di negara itu. Ia mengatakan bin Laden jelas memiliki "semacam dukungan jaringan" di dalam Pakistan untuk bisa tinggal di sebuah rumah besar selama lima hingga enam tahun. Tapi ia tidak menuduh para pejabat Pakistan menyembunyikan teroris paling dicari di dunia.

Dalam wawancara lain yang disiarkan sebelumnya hari Minggu (NBC Meet the Press), seorang pejabat senior pemerintah Amerika mengatakan bahwa meskipun bin Laden tewas, ancaman teroris dari al-Qaida terus berlanjut.

Penasihat Keamanan Nasional Tom Donilon mengatakan Amerika tidak dapat menyatakan al-Qaida secara "strategis dikalahkan." Tapi ia menggambarkan tewasnya bin Laden sebagai "tonggak sangat penting" untuk meruntuhkan organisasi teroris itu.

Donilon mengatakan mengenai barang-barang yang disita dari rumah Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan, dalam serangan pasukan Amerika adalah jumlah temuan intelijen teroris terbesar yang pernah dikumpulkan, ia menyebutnya sebagai "harta karun" data.

XS
SM
MD
LG