Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Obama Sambut Paus Fransiskus di Gedung Putih


Presiden Obama dan Paus Fransiskus berdiri saat dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara dalam upacara penyambutan untuk Paus di Gedung Putih, Washington DC, 23 September 2015 (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais).

Presiden Obama dan Paus Fransiskus berdiri saat dikumandangkan lagu kebangsaan kedua negara dalam upacara penyambutan untuk Paus di Gedung Putih, Washington DC, 23 September 2015 (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais).

Paus Fransiskus akan meluangkan waktu sehari penuh pertamanya dalam kunjungannya di Amerika Serikat, Rabu (23/9), dengan bertemu dengan Presiden Barack Obama di Gedung Putih dan kanonisasi misionaris Spanyol abad ke-18 yang menyebarkan gereja di tempat yang sekarang dikenal sebagai California.

Rabu (23/9), Presiden Obama menyambut Paus Fransiskus di Gedung Putih dengan upacara penyambutan di halaman selatan (South Lawn) dan dihadiri oleh sekitar 15.000 pengunjung.

"Saya percaya kegembiraan dalam menyambut kedatangan Anda dapat dikaitkan tidak hanya peran Anda sebagai Paus, tetapi juga kualitas unik Anda sebagai seorang manusia. Dengan kerendahan hati Anda, kesederhanaan Anda, kelembutan kata-kata Anda dan kemurahan hati Anda," kata Obama dalam kata sambutannya pagi ini.

Setalah sambutan dari Presiden Obama dan Paus Fransiskus, para pemimpin tersebut menuju Kantor Oval untuk melakukan pembicaraan empat mata yang menurut pejabat akan membahas tidak hanya untuk memajukan agenda politik, namun juga berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai yang sama.

Keamanan diperketat di sepanjang rute parade Paus hari Rabu (23/9) sementara para pengunjung mulai berdatangan ke National Mall di Washington, D.C., 23 September 2015.

Keamanan diperketat di sepanjang rute parade Paus hari Rabu (23/9) sementara para pengunjung mulai berdatangan ke National Mall di Washington, D.C., 23 September 2015.

"Cara kedua orang ini mendedikasikan hidup mereka untuk memajukan nilai-nilai yang berkaitan dengan keadilan sosial dan memprioritaskan mereka yang kurang beruntung dan bahwa mereka mengejar nilai-nilai tersebut dengan penuh tekad, saya pikir, akan menjadi bahan pembicaraan mereka," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan, Selasa.

Selain memerangi ketimpangan sosial dan ekonomi, pejabat Gedung Putih menunjuk kesamaan lainnya, termasuk memerangi perubahan iklim, fokus ensiklik Paus Fransiskus yang dipublikasikan hanya beberapa bulan sebelum konferensi iklim PBB di Paris pada bulan Desember.

"Saya pikir Paus telah berbicara tentang perlunya bagi kita semua untuk memenuhi tanggung jawab kita untuk merawat ciptaan Tuhan. Dan menurut saya memberikan latar belakang moral yang penting untuk keputusan kebijakan tentang perubahan iklim yang akan dibuat oleh para pemimpin secara individu," kata Penasihat Deputi Keamanan Nasional Ben Rhodes kepada pers baru-baru ini.

Beberapa pihak konservatif mengkritik pandangan ekonomi Paus Fransiskus, menyebutnya Marxis. Paus membela diri, mengatakan kepada wartawan dalam penerbangan ke Amerika Serikat dari Kuba, Selasa (22/9) bahwa beberapa orang mungkin memiliki kesan yang tidak akurat bahwa dia "sedikit lebih miring ke kiri".

"Saya yakin bahwa saya tidak pernah mengatakan apa pun di luar apa yang ada dalam ajaran sosial gereja,'' katanya. "Saya mengikuti Gereja ... doktrin saya tentang semua hal ini ... pada imperialisme ekonomi, merupakan doktrin sosial Gereja. "

Paus Fransiskus melambai dari Fiat 500L sementara iring-iringan mobil meninggalkan Pangkalah Udara Andrews, Maryland, Selasa, 22 September 2015.

Paus Fransiskus melambai dari Fiat 500L sementara iring-iringan mobil meninggalkan Pangkalah Udara Andrews, Maryland, Selasa, 22 September 2015.

Paus Fransiskus juga telah menentang penganiayaan terhadap minoritas agama, khususnya di Timur Tengah, di mana militan ISIS telah menargetkan umat Kristen dan Yazidi melalui serangan-serangan mematikan. Komitmen untuk kekebasan beragama dan hak minoritas keagamaan adalah nilai-nilai yang dijunjung bersama, kata pejabat Gedung Putih.

Topik lain yang mungkin dibahas adalah tentang imigrasi, kesepakatan nuklir Iran dan perbaikan hubungan antara Amerika dan Kuba, topik yang menurut pemerintah penting bagi Paus untuk ikut terlibat.

Walaupun Obama dan Paus mempunyai banyak kesamaan pandangan, mereka mempunyai pandangan yang berbeda tentang masalah-masalah lain, seperti aborsi dan pernikahan sesama jenis.

Orang-orang berharap melihat Paus Fransiskus di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington sebelum upacara kedatangan resmi di mana Presiden Barack Obama menyambut Paus, 23 September 2015.

Orang-orang berharap melihat Paus Fransiskus di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington sebelum upacara kedatangan resmi di mana Presiden Barack Obama menyambut Paus, 23 September 2015.

Setelah bertemu dengan Obama hari Rabu, Paus Fransiskus akan berparade di sepanjang National Mall, mengadakan doa bersama dengan para uskup AS dan menyelenggarakan Misa untuk mengkanoninasi Junipero Serra, biarawan Fransiskan yang mendirikan misi Katolik sepanjang pesisir California bersama dengan penjajah Spanyol.

Ribuan orang diperkirakan akan memenuhi jalanan sekeliling Monumen Washington dan National Mall untuk parade ini setelah pertemuan di Gedung Putih. [eis/dw]

Richard Green berkontribusi untuk laporan ini. Beberapa materi diambil dari Reuters dan AP.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG