Tautan-tautan Akses

AS

Obama Sambut Kunjungan PM Jepang di Gedung Putih


Presiden AS Barack Obama (kanan) menerima Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Gedung Putih, Selasa (28/4).

Presiden AS Barack Obama (kanan) menerima Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Gedung Putih, Selasa (28/4).

Presiden Obama mengatakan Amerika dan Jepang, yang bermusuhan dalam Perang Dunia II, memiliki kemitraan yang kokoh dan merupakan "teman sejati”.

Presiden Amerika Barack Obama menyambut Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang datang ke Gedung Putih hari Selasa (28/4) untuk kunjungan kenegaraan. Kedua pemimpin mengatakan aliansi negara mereka tidak pernah sekuat sekarang.

Obama mengatakan Amerika dan Jepang, yang bermusuhan dalam Perang Dunia II, memiliki "kemitraan yang kokoh" dan merupakan "teman sejati”.

"Amerika telah memperbaharui kepemimpinan di Asia Pasifik," ujar Obama dalam upacara sarat kemegahan di halaman Gedung Putih. "Perdana Menteri Abe memimpin Jepang untuk peran baru di panggung dunia. Landasan kedua upaya ini adalah aliansi Amerika dan Jepang yang kuat."

Abe menggambarkan aliansi Amerika-Jepang sebagai "lebih kuat dari sebelumnya" dan mengatakan Jepang akan berada di "garis depan bersama Amerika" dalam menghadapi tantangan global. Sebelum menyampaikan pernyataan, kedua pemimpin memeriksa pasukan Amerika pada hari yang cerah di Washington, kemudian berjabat tangan dengan banyak dari ratusan orang yang hadir dalam upacara tersebut.

Pembicaraan mereka diperkirakan berfokus pada perluasan hubungan bilateral pertahanan dan ekonomi, sebelum keduanya mengadakan jumpa pers bersama. Selasa malam, Presiden Obama dan Ibu Negara Michelle Obama akan mengadakan jamuan makan malam kenegaraan bagi Abe dan istrinya, Akie, di mana 300 tamu diperkirakan datang.

Menjelang pertemuan di Washington, Abe dan pejabat-pejabat tinggi Jepang lainnya bertemu pejabat-pejabat Amerika di New York hari Senin dan setuju memperkuat aliansi pertahanan mereka, langkah yang secara luas dilihat sebagai respon terhadap kekuatan Tiongkok yang semakin meningkat.

Pedoman aliansi yang direvisi itu membantu Jepang berperan lebih besar dalam konflik internasional, memungkinkan Jepang membela negara ketiga dan memperkuat perannya dalam pertahanan rudal, pembersihan ranjau, dan inspeksi kapal.

Ini pertama kali dalam 18 tahun Amerika dan Jepang merevisi pedoman pertahanan. Langkah itu menyusul keputusan Jepang tahun lalu menafsir undang-undang dasar anti-perangnya guna memungkinkan pertahanan diri bersama.

"Hari ini kita meresmikan penegakan kapasitas Jepang untuk mempertahankan, tidak hanya wilayahnya sendiri, tetapi juga Amerika dan mitra-mitra lain, sebagaimana dibutuhkan," ujar Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dalam jumpa pers.

Kerry juga memberi jaminan baru bahwa sekelompok pulau yang diklaim Tiongkok dan Jepang tercakup dalam perjanjian pertahanan bersama. Itu artinya, Amerika wajib membantu Jepang bila kepulauan itu diserang.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG