Tautan-tautan Akses

Jajak Pendapat Terbaru: Obama dan Romney Sama Kuat

  • Zulfian Bakar

Mitt Romney dan Presiden Barack Obama memperoleh dukungan yang sama kuat dalam jajak pendapat terbaru oleh CBS dan New York Times (foto: dok).

Mitt Romney dan Presiden Barack Obama memperoleh dukungan yang sama kuat dalam jajak pendapat terbaru oleh CBS dan New York Times (foto: dok).

Menurut sebuah jajak pendapat lainnya, Mitt Romney telah menghapus keunggulan Obama di negara bagian Virginia, salah satu negara bagian terbesar di AS.

Presiden Obama dan Mitt Romney secara efektif sama kuat dalam kampanye presiden Amerika, menurut survei terbaru oleh CBS News / New York Times.

Empat puluh tujuh persen pemilih terdaftar secara nasional yang condong pada seorang calon, mendukung Romney, sementara 46 persen mendukung presiden Obama. Empat persen belum membuat keputusan. Perbedaannya satu persen itu masih dalam lingkungan 3 persen margin error dalam survei itu.

Romney unggul delapan poin di kalangan pria, presiden Obama unggul lima poin di kalangan wanita.

Pendukung presiden Obama lebih besar kemungkinannya mendukung kandidat mereka. Lima puluh dua persen sangat mendukung Obama, sementara hanya 29 persen pendukung Romney yang sangat kuat mendukung bakal calon resmi dari Partai Republik tersebut.

Lebih dari satu dalam tiga pemilih Romney mengatakan mereka mendukung Romney terutama karena tidak menyukai Obama. Hanya delapan persen pendukung Obama mengatakan dukungan mereka bagi presiden Obama terkait dengan rasa tidak suka pada Romney.

Menurut jajak pendapat CBS itu, kalangan Republik lebih antusias dibanding kalangan Demokrat dalam hal memberi suara dalam pemilu ini, meskipun hanya satu dalam tiga pemilih terdaftar secara keseluruhan lebih antusias dibanding pemilu sebelumnya. Sekitar separuh kalangan Republik mengatakan mereka lebih antusias dibandingkan pemilu yang lalu – naik dari 36 persen pada bulan Maret – sementara hanya 27 persen dari kalangan Demokrat mengatakan antusias mereka sama.

Sementara itu, menurut jajak pendapat lainnya oleh Universitas Quinnipiac yang dirilis hari Kamis, Mitt Romney menghapus keunggulan Presiden Barack Obama di negara bagian Virginia, dimana sekarang kedua kandidat sama kuat 44 lawan 44 persen dalam memperebutkan 13 Suara Elektoral negarabagian itu.

Padahal dalam jajak pendapat 20 Maret oleh Quinnipiac University yang independen itu Obama unggul 50 – 42 persen. Pada jajak pendapat tanggal 7 Juni Obama unggul 47-42 persen.

Dengan perbandingan kecil, 47 lawan 44 persen, pemilih mengatakan Romney akan lebih mampu di bidang ekonomi. Tapi 59 lawan 36 persen pemilih mendukung imbauan Obama untuk menaikkan pajak pendapatan rumah tangga yang berpenghasilan lebih dari 250.000 dolar per tahun. Dukungannya kuat di kalangan semua kelompok penghasilan - kecuali pemilih berpenghasilan lebih dari 250.000 dolar per tahun, sebanyak 48 persen mendukung usulan tersebut dan 51 persen menentangnya.

Mitt Romney melakukan kampanye di Bowling Green, negara bagian Ohio, Rabu (18/7).

Mitt Romney melakukan kampanye di Bowling Green, negara bagian Ohio, Rabu (18/7).

Dalam jajak pendapat itu, Romney mendapat dukungan 91 lawan 4 persen dari kalangan Republik sementara Obama mendapat dukungan 92-4 persen dari kalangan Demokrat. Para pemilih yang independen terbagi dua, 40 persen untuk Obama dan 38 persen untuk Romney. Presiden Obama unggul 46 lawan 41 persen di kalangan wanita sedangkan Romney unggul 46-42 persen di kalangan pemilih pria. Pemilih kulit putih mendukung Romney dengan perbandingan 55-33 sementara pemilih berkulit hitam lebih memilih Obama dengan perbandingan 88-1.

"Para pemilih di Virginia terbagi tajam sesuai dengan jenis gender dan politik untuk pemilihan presiden itu. Kedua calon sama-sama menguasai basis politik mereka sendiri dan membagi dua suara pemilih independen," kata Peter A. Brown, asisten direktur dari Institut Jajak Pendapat Universitas Quinnipiac.

"Salah satu kelebihan Presiden Barack Obama adalah ia simpatik. Para pemilih mendukung Obama agak positif dibandingkan dengan pandangan mereka terhadap Gubernur Mitt Romney."

Pemilih di Virginia 51-45 persen tidak setuju atas kinerja Obama dan 50-47 persen mengatakan ia tidak layak dipilih kembali.

Sementara itu, Presiden Barack Obama kini hendak meneruskan tekanan terhadap Mitt Romney dengan memulai kampanye dua hari di Florida untuk mencari dukungan veteran militer, warga lanjut usia dan pemilih independen di bagian tengah Florida yang krusial itu. Istri Mitt Romney mengatakan informasi lain tentang pajak suaminya tidak akan dipublikasikan.

Obama hari Kamis berkunjung ke Jacksonville dan West Palm Beach dalam kampanyenya untuk mendesak Mitt Romney mempublikasikan laporan pajak pedapatan tahun-tahun sebelumnya dan terus-menerus mengemukakan pendapat tentang masa jabatan mantan gubernur Massachusetts itu di sebuah perusahaan ekuitas swasta.

Florida adalah negara bagian terbesar dan paling diincar pada Hari Pemilihan Amerika, Florida merupakan negarabagian dimana Romney bisa membuat kesempatan Obama untuk terpilih kembali berantakan. Partai Republik melangsungkan konvensi nasional di Tampa, Florida bulan Agustus dengan harapan mereka bisa unggul di negara bagian itu.

Namun, jika Obama bisa memenangkan 29 Suara Elektoral di Florida, maka akan sulit bagi Romney untuk mengumpulkan dukungan yang cukup banyak di tempat-tempat lain untuk menduduki Gedung Putih.

Jajak pendapat menunjukkan Obama dan Romney sama kuat di negara bagian Florida, yang tengah bersusah payah mengatasi angka pengangguran sebesar 8,6 persen, di atas rata-rata nasional, dan pasar perumahan yang masih belum pulih. Kini, kedua partai berupaya sekuat tenaga untuk memperoleh keunggulan di negara bagian itu.
XS
SM
MD
LG