Tautan-tautan Akses

Obama, Romney Kembali Berkampanye Setelah Debat Terakhir


Presiden Barack Obama dan Capres partai Republik Mitt Romney setelah selesai melakukan debat terakhir di Boca Raton, Florida Senin malam (22/10).

Presiden Barack Obama dan Capres partai Republik Mitt Romney setelah selesai melakukan debat terakhir di Boca Raton, Florida Senin malam (22/10).

Kedua kandidat akan melakukan perjalanan ke sejumlah negara bagian kunci atau 'swing states' yang memiliki jumlah suara elektoral yang cukup besar.

Dengan berakhirnya debat presiden, Presiden Amerika Barack Obama dan saingannya dari Partai Republik Mitt Romney kembali berkampanye untuk menggalang dukungan dari para pemilih yang masih belum menentukan pilihan dalam dua pekan terakhir sebelum pemilu tanggal 6 November.

Kedua kandidat akan melakukan perjalanan ke sejumlah negara bagian yang memiliki jumlah suara elektoral yang cukup besar untuk memenuhi 270 suara elektoral yang diperlukan untuk memenangkan Gedung Putih. Obama akan melakukan rapat akbar di Florida sebelum terbang ke Ohio, dimana ia akan berkampanye bersama Wakil Presiden Joe Biden. Romney akan pergi ke Nevada dan Colorado untuk berkampanye dengan anggota Kongres Paul Ryan, pasangannya dalam pemilu presiden.

Obama dan mantan gubernur Massachusetts itu beradu pendapat dalam masalah kebijakan luar negeri pada debat ketiga dan terakhir hari Senin malam di Florida. Romney mengecam cara Obama menangani Timur Tengah.

Presiden, kata Romney, telah gagal menciptakan strategi yang komprehensif untuk menangani ekstrimisme Muslim yang meningkat. Ia mengatakan, ia mengucapkan selamat kepada presiden karena berhasil membunuh Osama bin Laden dan memburu para pemimpin al-Qaida, tapi katanya pembunuhan bukanlah cara keluar dari kekacauan.

Menurut Romney, Amerika harus menerapkan strategi yang sangat komprehensif dan kokoh untuk membantu dunia Islam, dan bagian-bagian lain di dunia yang menolak ekstrimisme yang radikal dan penuh kekerasan.

Obama mengatakan, Amerika telah bekerja keras dengan para sekutunya untuk menciptakan perdamaian dan demokrasi di kawasan itu dengan menyebut Libya sebagai contoh. Ia mengatakan, tanpa mengerahkan pasukan di Libya, dan dengan biaya yang kurang dari dana yang dikeluarkan selama dua pekan perang di Irak, Amerika berhasil membebaskan Libya dari kediktatoran selama 40 tahun. Ia juga mengatakan, setelah peristiwa itu, puluhan ribu rakyat Libya berpawai dengan mengatakan, Amerika adalah sekutu mereka.
XS
SM
MD
LG