Tautan-tautan Akses

AS

Obama, PM Italia Bahas Langkah Atasi Penyelundupan Imigran


Presiden AS Barack Obama (kanan) menerima kunjungan PM Italia Matteo Renzi di Gedung Putih, Jumat (17/4).

Presiden AS Barack Obama (kanan) menerima kunjungan PM Italia Matteo Renzi di Gedung Putih, Jumat (17/4).

Presiden AS Barack Obama dan PM Italia Matteo Renzi, Jumat (17/4) mengatakan diperlukan upaya lebih banyak untuk melawan penyelundupan imigran di Laut Tengah.

Presiden Amerika Barack Obama Jumat sore (17/4) mengadakan konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi di Gedung Putih. Presiden Obama mengatakan kedua pemimpin membahas isu-isu keamanan, termasuk Iran, situasi di Libya dan ancaman militan ISIS.

“Italia adalah salah satu negara terbesar yang menyumbangkan tim penasehat dan pelatih untuk membantu membangun pasukan keamanan Irak, dan Italia memimpin upaya untuk memastikan agar daerah-daerah yang direbut dari ISIS menjadi stabil dengan keberadaan pasukan polisi sipil yang efektif,” kata Presiden Obama.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan 91 persen migran yang datang dari Afrika ke Italia melarikan diri dari Libya. Ditambahkannya, solusi masalah itu adalah menciptakan perdamaian dan stabilitas di Libya.

Presiden Obama mengatakan ia memahami keprihatinan Italia.

“Melihat peran kepemimpinan Italia, saya dan Perdana Menteri Renzi sepakat untuk bekerja lebih intensif guna meningkatkan kerjasama menghadapi datangnya ancaman dari Libya – termasuk peningkatan kehadiran ISIS disana – demikian pula koordinasi tambahan dengan mitra-mitra lain soal bagaimana kita bisa menstabilkan situasi yang sudah menjadi sangat berbahaya dan rumit ini,” lanjut Presiden Obama.

Obama juga mengatakan telah menyampaikan informasi kepada Renzi tentang kemajuan perjanjian komprehensif yang mencegah Iran memproduksi senjata nuklir.

“Kami sepakat bahwa hingga perjanjian final tercapai, sanksi-sanksi terhadap Iran harus tetap diberlakukan secara penuh,” imbuhnya.

Obama juga menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Renzi di Italia dan Eropa, juga atas kemitraaan untuk menekan beberapa isu global.

Presiden Obama mengatakan kunjungan Perdana Menteri Matteo Renzi ini adalah kunjungan kedua bagi tokoh yang sebelumnya menjabat sebagai walikota Florence itu.

Polisi Italia telah menangkap 12 warga Muslim Afrika yang dituduh melempar 12 warga Kristen hingga tewas dari sebuah kapal imigran di Laut Tengah.

Polisi kota Palermo mengatakan mereka ditahan atas tuduhan-tuduhan melakukan sejumlah pembunuhan dengan motif kebencian agama.

Mereka yang ditangkap berasal dari Pantai Gading, Mali dan Senegal. Korban selamat melaporkan para penyerang itu melempar 12 orang dari Nigeria dan Ghana ke laut dan mengancam warga Kristen lainnya.

Sementara itu, kapal Italia hari Jumat (17/4) menyelamatkan sekitar 70 imigran termasuk 20 perempuan, 47 laki-laki dan dua anak dan membawa mereka ke Pulau Lampedusa.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Perdana Menteri Renzi mengatakan Italia tidak ingin Laut Tengah menjadi kuburan dan memimpin upaya-upaya untuk mengatasi krisis kemanusiaan itu. Renzi juga mengatakan adalah tanggung jawab semua negara di kawasan, Eropa, Afrika Utara dan Timur tengah untuk menghentikan penyelundupan manusia bekerja sama dengan PBB.

Merujuk pada pelemparan imigran Kristen pada hari Kamis ke laut, Renzi mengatakan peristiwa itu adalah insiden terpisah dengan menambahkan tidak ada bentrokan agama di Italia.

Presiden Obama mengatakan negara-negara di kawasan itu perlu mengkoordinasikan aksi politik mereka untuk menghadapi aksi teror dan mencegah Libya menjadi tempat persembunyian aman bagi teroris. Libya kata Obama harus melakukan upaya-upaya di dalam negeri untuk mengatasi masalah-masalah negara itu.

Ribuan imigran sebagian besar dari negara-negara yang dilanda perang di Afrika dan Timur Tengah melakukan perjalanan yang berbahaya menyeberangi Laut Tengah dengan harapan bisa mencapai Eropa. Kelompok-kelompok kemanusiaan memperkirakan sekitar 500 orang tewas tahun ini akibat kelaparan, kehausan dan berdesakan di kapal yang perlengkapannya tidak memadai.

Pejabat Uni Eropa mengatakan arus imigran tampaknya akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang selagi udara makin hangat.

XS
SM
MD
LG