Tautan-tautan Akses

AS

Obama Puji Upaya Perangi ISIS dalam Pidato Kenegaraan


Pasukan Kurdi Peshmerga mengawasi pinggiran kota Gwer untuk memantau pergerakan militan ISIS (foto: dok). AS melatih dan mempersenjatai pasukan Kurdi Irak.

Pasukan Kurdi Peshmerga mengawasi pinggiran kota Gwer untuk memantau pergerakan militan ISIS (foto: dok). AS melatih dan mempersenjatai pasukan Kurdi Irak.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Amerika Barack Obama menyinggung berbagai usaha Amerika untuk menumpas militan ISIS di Suriah, termasuk dengan melatih kaum moderat di sana agar bisa memimpin pertempuran.

Presiden Barack Obama memuji upaya Amerika dalam membangun koalisi yang luas antara negara Barat dan Arab untuk melawan teroris di Timur Tengah.

“Kita juga membantu pihak oposisi Suriah yang moderat dan bisa membantu kita dalam usaha ini, serta membantu semua orang di manapun yang menentang ideologi ekstremisme dengan kekerasan. Usaha ini akan memakan waktu … akan membutuhkan fokus. Tapi kita akan berhasil,” kata Obama.

Militer Amerika melanjutkan serangan-serangan udara terhadap militan ISIS di Suriah, dan mengatakan akan mengirim tentara ke kawasan itu dalam empat hingga enam minggu mendatang untuk melatih kelompok moderat di sana.

Tetapi Johnathan Schanzer, wakil presiden divisi riset untuk LSM Yayasan Pertahanan Demokrasi, mengatakan akan perlu lebih banyak hal agar bisa berhasil menumpas ISIS di Suriah.

“Kita menghadapi masalah yang akan berlangsung untuk waktu yang sangat lama, dan saya tidak yakin masalah itu akan terselesaikan hanya dengan mengevaluasi dan melatih sekelompok kecil pejuang,” ujar Schanzer,

Pentagon mengatakan, oposisi di Suriah akan menggunakan pelatihan tempur mereka untuk mempertahankan kubu-kubunya, lalu melancarkan ofensif terhadap militan ISIS, dan pada akhirnya menjadi bagian dalam solusi politik bagi konflik di Suriah.

Tetapi terkait Iran, Presiden Obama dan para pemimpin Barat lainnya ingin ada perubahan di luar Suriah.

Obama mengatakan, “Hingga musim semi nanti, kita berkesempatan untuk menegosiasikan kesepakatan yang komprehensif guna mencegah Iran memiliki senjata nuklir, mengamankan Amerika dan sekutu-sekutu kita termasuk Israel dan pada saat bersamaan menghindari konflik baru di Timur Tengah.”

Amerika, Perancis, Jerman dan lainnya sudah bertahun-tahun berusaha membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi. Perang melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad – yang adalah salah satu sekutu terdekat Iran – bisa membahayakan perundingan nuklir itu.

Pelatihan bagi oposisi di Suriah baru bisa dimulai setelah tentara Amerika merampungkan proses evaluasi untuk menilai kelompok moderat mana yang bisa dipercaya. Akan perlu waktu berbulan-bulan sebelum pelatihan bisa dimulai, sementara konflik di Suriah hampir memasuki tahun ke-empat.

(Carla Babb/VOA)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG