Tautan-tautan Akses

Obama Pertegas Dukungan Amerika bagi Rakyat Libya


Presiden Barack Obama berbicara mengenai Libya di National Defense University, Washington DC (28/3)

Presiden Barack Obama berbicara mengenai Libya di National Defense University, Washington DC (28/3)

Presiden Obama hari Selasa menyatakan kepemimpinan Amerika bertujuan untuk membantu koalisi internasional menyelamatkan warga yang tak berdosa di Libya.

Presiden berbicara di New York, sehari setelah ia berpidato di televisi yang merinci bagaimana Amerika bekerjasama dengan negara-negara lain dalam mendukung rakyat Libya yang berperang melawan pasukan pemimpin mereka, Moammar Gadhafi.

Obama mengatakan pasukan Gadhafi telah membunuh rakyat yang tak berdosa, dan bahwa pemimpin Libya itu telah mengancam akan membunuh lebih banyak lagi.

"Kami jelaskan bahwa Amerika Serikat dan dunia berada di pihak mereka yang ingin menentukan nasib sendiri, bebas dari rasa takut, dan bebas memimpikan hari ketika mereka juga dapat hidup di tengah keadilan dan bermartabat. Menurut saya inilah esensi kepemimpinan Amerika. Itulah yang dimaksud dengan memimpin." ujar Obama.

Amerika menyerahkan kepemimpinan dalam aksi militer internasional di Libya kepada NATO.

Para diplomat dari 30 negara lebih dan kelompok oposisi Libya bertemu di London hari Selasa. Mereka bersepakat akan melanjutkan serangan udara hingga Gadhafi mematuhi resolusi PBB yang memintanya agar menghentikan serangan-serangan terhadap rakyat Libya.

Di London, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton bertemu dengan Mahmoud Jibril, wakil dari kelompok oposisi politik Libya.

Presiden Obama hari Selasa mengatakan pertemuan di London itu menunjukkan bagaimana negara-negara dapat bekerjasama, dengan bantuan Amerika.

Lebih lanjut ia mengatakan,"Begitulah seharusnya masyarakat internasional bekerja, melibatkan lebih banyak negara. Amerika berada di pusatnya, tetapi tidak sendirian."

Reaksi terhadap pidato presiden pada hari Senin beragam tergantung pada partainya. Banyak anggota partai Republik yang beroposisi mengatakan, Obama tidak cukup spesifik dalam menguraikan bagaimana misi di Libya akan dilaksanakan.

Clinton, Menteri Pertahanan Robert Gates dan ketua gabungan Kepala Staf Militer Laksamana Mike Mullen, hari Rabu dijadwalkan memberi penjelasan kepada para pembuat kebijakan dari kedua partai mengenai operasi di Libya.

Mantan presiden Bill Clinton hari Selasa berbicara sebelum Obama berpidato, pada acara peresmian gedung baru misi Amerika untuk PBB.

Bangunan ini diberi nama sesuai nama Menteri Perdagangan pada era Clinton, Ron Brown, yang tewas dalam kecelakaan pesawat terbang tahun 1996 di Croatia sewaktu sedang dalam misi perdagangan di kawasan Balkan.

Clinton mengatakan Brown akan bangga dengan apa yang dilakukan Presiden Obama di Libya.

XS
SM
MD
LG