Tautan-tautan Akses

AS

Obama Perkirakan Kongres Akan Naikkan Pagu Utang


Presiden Barack Obama dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita The Associated Press di perpustakaan Gedung Putih di Washington (4/10). (AP/Charles Dharapak)

Presiden Barack Obama dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita The Associated Press di perpustakaan Gedung Putih di Washington (4/10). (AP/Charles Dharapak)

Presiden Obama memperkirakan Kongres akan menaikkan pagu utang dari US$16,7 triliun supaya Amerika bisa meminjam lebih banyak dana.

Presiden Amerika Barack Obama memperkirakan Kongres akan menaikkan pagu utang negara sebelum tenggat waktu 17 Oktober guna memastikan agar Amerika tidak gagal membayar utang-utangnya.

Memasuki hari kelima penghentian sementara kegiatan pemerintah, Amerika juga menghadapi menipisnya anggaran untuk membayar utang-utangnya pada 17 Oktober, termasuk bunga obligasi pemerintah yang dipegang China, Jepang dan beberapa investor asing lainnya.

Dalam wawancara tentang berbagai isu dengan Associated Press yang disiarkan Sabtu (5/10), Presiden Obama memperkirakan Kongres akan menaikkan pagu utang dari US$16,7 triliun supaya Amerika bisa meminjam lebih banyak dana.

Obama, seorang Demokrat yang memasuki tahun kelima sebagai pemimpin Amerika menghadapi kebuntuan politik dengan fraksi Partai Republik di Kongres mengenai kebijakan-kebijakan anggaran dan pelaksanaan reformasi layanan kesehatan yang dikenal sebagai “Obamacare.” UU tersebut mulai berlaku 1 Oktober lalu.

Ia mengatakan bersedia merundingkan kembali perubahan-perubahan undang-undang asuransi kesehatan yang digagasnya dan mengurangi pengeluaran, jika Kongres mengakhiri penghentian sementara kegiatan pemerintah dan menaikkan pagu utang tanpa syarat apapun.

Fraksi Republik menentang reformasi undang-undang asuransi kesehatan itu dan berupaya mengakhiri pendanaan atau menunda program yang dikenal sebagai “Obamacare” itu.

Fraksi Republik yang beroposisi berkeras mereka hanya akan meloloskan RUU anggaran untuk memulai kembali operasi pemerintah jika Presiden Obama dan para pemimpin fraksi Demokrat setuju merundingkan isu terpisah tentang layanan kesehatan.

Kebuntuan di Kongres dan kurangnya anggaran memaksa penghentian berbagai layanan pemerintah. Seluruh taman nasional, museum dan Perpustakaan Kongres telah ditutup sejak Selasa, termasuk riset di lembaga kesehatan nasional dan badan antariksa nasional NASA yang hampir semuanya dihentikan. Langkah-langkah ini memicu badan-badan pemerintah itu untuk merumahkan sekitar 800 ribu pegawai federal.

Personel militer Amerika tidak secara langsung terpengaruh kebijakan dirumahkan ini, meskipun Departemen Pertahanan telah merumahkan ratusan ribu pegawainya. Beberapa badan program federal – termasuk Voice of America – tetap diperintahkan untuk menjalankan pekerjaan mereka meskipun sebagian pegawainya dirumahkan. Petugas menara pengawas penerbangan, agen-agen patroli perbatasan dan sebagian pemeriksa pangan juga masih bekerja.

Meskipun kurangnya anggaran ini akibat kebuntuan di Kongres, kini agaknya gaji seluruh pegawai yang dirumahkan tetap akan dibayar karena langkah terpisah yang diambil lewat Kongres. Namun membayar kembali ratusan juta dollar gaji pegawai federal yang sempat terhenti merupakan masalah yang jauh lebih kecil dibanding perselisihan soal pagu uutang.

Amerika – negara dengan ekonomi terbesar di dunia – tidak pernah gagal membayar hutang-hutangnya. Sebagian besar analis tidak memperkirakan hal ini akan terjadi kali ini, tetapi ketidakpastikan yang sekarang ini bisa menimbulkan gejolak besar dalam pasar keuangan dunia. Perdebatan yang berlarut-larut di Kongres pada 2011 tentang menaikkan pagu utang tidak menghentikan kegiatan pemerintah Amerika tetapi menimbulkan gejolak di pasar keuangan dunia dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di Amerika.

Banyak pihak khawatir ini akan kembali terjadi dalam dua pekan mendatang. Menteri Luar Negeri John Kerry pada Sabtu memperkirakan ini tidak akan terjadi, tetapi ia mengingatkan “terus berlangsungnya atau berulangnya” krisis politik di Washington bisa melemahkan Amerika secara global.

Berbicara di forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali, Kerry menggambarkan penghentian sebagian kegiatan pemerintah Amerika sebagai “episode sesaat”. Dampaknya, ujar Kerry, tergantung berapa lama kebuntuan itu berlansung.

Di gedung Kongres, anggota-anggota fraksi Republik yang menguasai DPR menawarkan persetujuan anggaran bagi badan-badan pemerintah secara terpisah, tetapi Senat yang dikuasai faksi Demokrat berkeras harus ada UU bagi seluruh pendanaan untuk memulai kembali seluruh kegiatan pemerintah.

Fraksi Republik mengatakan tidak akan mempertimbangkan seluruh anggaran kecuali mencakup perubahan dalam UU “Affordable Health Care” yang sebelumnya disetujui kedua majelis di Kongres, dan telah disetujui oleh Mahkamah Agung setelah proses banding yang diajukan oleh Partai Republik.

Obama pada hari Jumat mencoba menyoroti dampak dirumahkannya para pegawai federal dengan mengunjungi sebuah toko sandiwch yang memberi diskon bagi pegawai pemerintah yang dirumahkan. Sebelum memesan makan siang untuk Wakil Presiden Joe Biden dan dirinya, Obama menantang Ketua DPR John Boehner untuk mengizinkan berlangsungkan pemungutan suara tentang RUU untuk memulai kembali kegiatan pemerintah tanpa syarat.

Kecaman fraksi Demokrat telah membuat Ketua DPR John Boehner kesal. Ia pada Jumat menyatakan keberatan atas sebuah artikel di surat kabar Wall Street Journal yang melihat pertarungan politik yang sedang berlangsung sebagai kontes menang-kalah.

Fraksi Demokrat di DPR sedang mempertimbangkan untuk menggunakan manuver parlemen guna berupaya memaksa dilakukannya pemungutan suara tentang RUU anggaran, sehingga pemerintah bisa mulai kembali beroperasi. Tetapi mereka hanya akan berhasil jika beberapa anggota fraksi Republik membelot dan menentang kepemimpinan partainya. Pemungutan suara ini bisa berlangsung sebelum tanggal 14 Oktober, tiga hari sebelum Amerika harus menaikkan pagu utangnya.
XS
SM
MD
LG