Tautan-tautan Akses

AS

Obama-Netanyahu Sisihkan Perbedaan Soal Iran


Keduanya fokus pada bidang yang sama-sama menjadi perhatian mereka, mencakup situasi keamanan di Timur Tengah yang memburuk dan perang melawan ISIS dan kelompok ekstremis lain.

Dengan berjabat tangan untuk menunjukkan ikatan "luar biasa" antara negara mereka, Presiden Amerika Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Senin (9/11) hendak menghilangkan perselisihan yang sangat tampak dalam negosiasi yang dipimpin Amerika soal kesepakatan nuklir Iran awal tahun ini.

"Bukan rahasia, perdana menteri dan saya berselisih soal isu yang satu ini, tetapi kami sepakat mengenai perlunya memastikan bahwa Iran tidak mendapat senjata nuklir," ujar Obama.

Dalam pertemuan mereka yang ke-13 sejak presiden menjabat, Obama dan Netanyahu menyisihkan perbedaan, dan sebaliknya fokus pada bidang yang sama-sama menjadi perhatian mereka, mencakup situasi keamanan di Timur Tengah yang memburuk dan perang melawan Negara Islam (ISIS) dan kelompok ekstremis lain.

"Menurut saya, ini kesempatan yang sangat penting bagi kami untuk bekerja sama mencari cara mempertahankan diri melawan agresi dan teror ini. Bagaimana kami bisa berperan. Ini tugas yang menakutkan," ujar Netanyahu.

Menurut cendekiawan Brookings Institution Natan Sachs, setelah kesepakatan Iran diterapkan, kepentingan kedua negara kembali selaras.

"Mereka kembali ke isu-isu sangat penting yang harus dibahas kedua negara," ujar Sachs. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG