Tautan-tautan Akses

Obama: Mungkin Sudah Saatnya Jeda dalam Pembicaraan Perdamaian Timur Tengah


Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) menandatangani proposal untuk pengakuan dari PBB di Tepi Barat (1/4), meskipun sebelumnya telah berjanji untuk menangguhkan hal itu dalam 9 bulan negosiasi dengan Israel. Pengajuan ini dilakukan setelah Israel tidak membebaskan tawanan Palestina seperti disepakti sebelumnya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) menandatangani proposal untuk pengakuan dari PBB di Tepi Barat (1/4), meskipun sebelumnya telah berjanji untuk menangguhkan hal itu dalam 9 bulan negosiasi dengan Israel. Pengajuan ini dilakukan setelah Israel tidak membebaskan tawanan Palestina seperti disepakti sebelumnya.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan mungkin sudah saatnya untuk jeda dalam pembicaraan perdamaian Timur Tengah sementara baik Israel maupun Palestina mempertimbangkan pilihan-pilihan mereka.

Obama mengatakan kepada para wartawan hari Jumat di Seoul dalam kunjungan ke Korea Selatan bahwa adalah demi kepentingan kedua pihak untuk mengupayakan perdamaian, tetapi sejauh ini belum ada pihak yang menunjukkan kemauan politik untuk membuat keputusan-keputusan sulit.

Dia berkomentar demikian sehari setelah Kabinet Keamanan Israel memutuskan untuk menangguhkan perundingan perdamaian dengan Palestina sebagai tanggapan atas rencana faksi Fatah dan Hamas, yang selama ini saling bersaing, untuk berdamai dan membentuk pemerintah persatuan.

Obama mengatakan keputusan Palestina untuk menyatukan kedua faksi itu “tidak membantu,” tetapi dia menyatakan pemerintahannya tidak akan menyerah dengan upaya Menteri Luar Negeri John Kerry bagi perdamaian, meskipun terjadi kemunduran terbaru itu.

Setelah pertemuan enam jam hari Kamis, Kabinet Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Israel akan "menanggapi tindakan sepihak Palestina dengan serangkaian langkah."


Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG