Tautan-tautan Akses

AS

Obama Minta Pimpinan Kongres Prioritaskan Legislasi Tahun 2016


Presiden Obama (Foto; dok.)

Presiden Obama (Foto; dok.)

Barack Obama, presiden dari Partai Demokrat yang kini menjalani tahun terakhir masa jabatannya, hari Selasa (2/1) menjabarkan lima prioritas undang-undang tahun 2016 ketika bertemu dengan beberapa pemimpin Kongres dari fraksi Republik.

Gedung Putih mengatakan Obama ingin agar Kongres menyetujui perjanjian perdagangan bebas Relung Pasifik yang beranggotakan 12 negara, menyelesaikan krisis keuangan di wilayah kepulauan Puerto Rico, mendukung lebih banyak penelitian bagi pengobatan kanker, melonggarkan hukuman penjara bagi beberapa penjahat dan melawan wabah kecanduan opium dengan anggaran baru sebesar 1,1 miliar dolar.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan tentang perjanjian perdagangan, "presiden sangat ingin melihat Kongres mengambil tindakan selambat-lambatnya tahun ini."

Obama bertemu dengan pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnel dan Ketua DPR Paul Ryan di Gedung Putih, meskipun sebagian besar anggota fraksi Demokrat dan Republik kini sedang memusatkan perhatian pada kampanye pemilu untuk memilih pengganti Obama. Setelah pertemuan, Obama menjamu Ryan dengan makan siang, pertemuan pertama diantara keduanya sejak anggota Kongres dari negara bagian Wisconsin itu mengambil alih pimpinan DPR di Kongres tiga bulan lalu.

Gedung Putih mengatakan Obama berharap bisa mengupayakan kesepakatan pada akhir tahun lalu untuk menyusun anggaran federal bipartisan. Kedua pihak ketika itu sering berbeda pendapattentang beberapa prioritas pengeluaran mereka, akhirnya sepakat untuk mencegah kemungkinan penghentian sebagian operasi pemerintah menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru.

Dalam tujuh tahun pertama kepemimpinannya di Gedung Putih, Obama sering berselisih paham dengan para anggota Kongres dari fraksi Republik. Ia sering meminta lebih banyak pengeluaran untuk program-program dalam negeri, sementara fraksi Republik berupaya memangkas program-program kesejahteraan sosial dan meningkatkan pendanaan untuk pertahanan dan keamanan nasional.

Beberapa jam setelah kunjungan Paul Ryan ke Gedung Putih, beberapa anggota fraksi Republik di DPR berupaya mengalahkan veto Obama terhadap beberapa undang-undang yang mereka loloskan untuk membatalkan program layanan kesehatan yang digagas Obama. Tetapi dengan dukungan penuh fraksi Demokrat atas UU layanan kesehatan itu, fraksi Republik di DPR dan Senat tidak berhasil memperoleh dua per tiga mayoritas yang dibutuhkan untuk mengalahkan veto itu. [em/ii]

XS
SM
MD
LG