Tautan-tautan Akses

Obama Kutuk Serangan Udara Atas Warga Sipil di Aleppo


Petugas medis memeriksa kerusakan di luar sebuah rumah sakit lapangan setelah terjadinya serangan udara di kawasan al-Maadi yang dikuasai pemberontak di Aleppo, Suirah (28/9). (foto: REUTERS/Abdalrhman Ismail)

Petugas medis memeriksa kerusakan di luar sebuah rumah sakit lapangan setelah terjadinya serangan udara di kawasan al-Maadi yang dikuasai pemberontak di Aleppo, Suirah (28/9). (foto: REUTERS/Abdalrhman Ismail)

Serangan terhadap warga sipil di Aleppo Timur mendapat kutukan dari Presiden Barack Obama yang mengatakan serangan tersebut sebagai "serangan udara rezim Russia dan Suriah yang keji."

Presiden AS Barack Obama mengutuk "serangan udara rezim Rusia dan Suriah yang keji" terhadap warga sipil di Aleppo Timur.

Gedung Putih mengatakan Obama berbicara melalui telepon Kamis dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Keduanya sepakat bahwa Rusia dan rezim Assad memiliki "tanggung jawab khusus" untuk menghentikan pertempuran dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.

Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan sebelumnya AS "diambang" menangguhkan pembicaraan diplomatik dengan Rusia karena Moskow masih terus membom pemberontak di Aleppo Timur.

Sebuah kelompok pemantau mengatakan Jumat serangan udara Rusia di seluruh negara itu dalam satu tahun terakhir telah menewaskan lebih dari 9.000 orang, termasuk banyak warga sipil. Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris mengatakan lebih banyak lagi warga sipil cedera akibat serangan udara.

Di Aleppo itu sendiri, ratusan ribu warga sipil terjebak. Setengah dari mereka adalah anak-anak.

Kerry menyebutnya "tidak rasional" untuk melanjutkan pembicaraan serius setelah Rusia berjanji akan melanjutkan serangan udara.

Rusia dan Suriah mengatakan mereka menargetkan "teroris" - istilah yang mereka gunakan untuk pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintah Suriah. [as]

XS
SM
MD
LG