Tautan-tautan Akses

AS

Obama, Kongres AS Masih Jauh dari Kesepakatan Anggaran

  • Tony Hotland

Dari kiri: Ketua DPR AS John Boehner, Presiden Obama dan Ketua Mayoritas Senat, Harry Reid dalam pertemuan untuk membahas jurang fiskal di Gedung Putih (foto: dok).

Dari kiri: Ketua DPR AS John Boehner, Presiden Obama dan Ketua Mayoritas Senat, Harry Reid dalam pertemuan untuk membahas jurang fiskal di Gedung Putih (foto: dok).

Kongres Amerika memasuki sesi terakhir masa sidang tahun ini tanpa ada tanda-tanda kompromi untuk mengatasi isu kebuntuan dalam anggaran negara.

Presiden Barack Obama terus berbicara kepada publik sambil menekan Partai Republik agar menyetujui kenaikan pajak bagi orang kaya dan memperpanjang keringanan pajak bagi warga berpenghasilan maksimal 250.000 dollar per tahun.

Gedung Putih hari Selasa mengatakan Presiden Obama ingin memperkuat dukungan bagi usahanya menghindari kenaikan pajak total dan pemangkasan anggaran yang tajam di bidang pertahanan dan domestik, yang akan berlaku 1 Januari jika Obama dan Kongres yang terpecah gagal mencapai kesepakatan untuk menghindarinya. Mereka punya waktu lima minggu untuk mencapai kesepakatan.

Obama bertemu sejumlah pengusaha kecil hari Selasa di Gedung Putih dan keluarga kelas menengah hari Rabu. Kunjungannya ke sebuah usaha kecil di Pennsylvania hari Jumat akan mengakhiri satu minggu usaha menjangkau publik dan menandai acara publik pertamanya diluar ibukota sejak terpilih kembali sebagai Presiden untuk masa jabatan kedua.

Para pakar memperingatkan bahwa krisis fiskal, yang disebut fiscal cliff itu, dapat mendorong Amerika kembali ke jurang resesi. Baik Obama maupun Kongres setuju hal itu dapat merugikan pemulihan ekonomi negara, dan mereka masih jauh dari sebuah kesepakatan.

Ketua DPR John Boehner, dari Partai Republik, mendorong peningkatan penghasilan dengan menutup celah-celah pajak ketimbang menaikkan pajak bagi orang kaya Amerika. Partai Republik percaya kenaikan pajak itu akan merugikan sejumlah usaha kecil dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Gedung Putih menanggapi bahwa Presiden Obama tidak akan menandatangani RUU apapun yang memperpanjang keringanan pajak bagi 2 persen orang terkaya ataupun rumah tangga dengan pendapatan lebih dari 250 ribu dollar.

Boehner dan para pemimpin Partai Republik lainnya berencana bertemu hari Rabu dengan para anggota sebuah koalisi bipartisan yang terdiri dari bekas anggota Kongres dan pengusaha, yang mendukung pemangkasan anggaran dalam program-program asuransi kesehatan utama serta perubahan sistem pajak guna mendapat lebih banyak uang sambil menurunkan pajak.

Sementara itu, beberapa anggota DPR utama faksi Republik yang di masa lalu menandatangani ikrar agar tidak menaikkan pajak kini mengatakan mereka tidak terikat dengan janji itu. Ikrar tersebut diprakarsai oleh pelobi konseravtif Grover Norquist.

Jurubicara Gedung Putih Jay Carney hari Senin mengatakan langkah para anggota DPR itu membuka kemungkinan bagi Partai Republik agar bekerjasama dengan Presiden Obama.

“Para anggota DPR itu mewakili apa yang kita harapkan menjadi perubahan nada dan pendekatan terhadap berbagai masalah ini, dan pengakuan bahwa pendekatan berimbang untuk mengurangi defisit adalah cara yang tepat,” kata Carney.

Menjelang pemilu 2012, 279 anggota DPR menandatangani ikrar Norquist menurut organisasi Americans for Tax Reform.

Menaikkan pajak, baik dengan menutup celah-celah atau menaikkan tingkat pajak, adalah strategi yang jarang bisa merebut suara dalam pemilu Amerika. Presiden George H. W. Bush mengingkari janjinya untuk tidak menaikkan pajak dan akhirnya kalah dalam kampanye pencalonan kembali tahun 1992.

Boehner menyebut ikrar tersebut, yang tidak menginginkan perubahan apapun dalam sistem pajak untuk menambah penghasilan, tidak realistis dan menyebut Norquist sebagai “orang yang tidak dikenal.”
XS
SM
MD
LG