Tautan-tautan Akses

AS

Obama: Bias Rasial di Kepolisian Ferguson Bukan Kasus Terpisah


Presiden AS Barack Obama menanggapi laporan Departemen Kehakiman AS soal bias rasial di Kepolisian Ferguson (foto: dok).

Presiden AS Barack Obama menanggapi laporan Departemen Kehakiman AS soal bias rasial di Kepolisian Ferguson (foto: dok).

Ini merupakan pernyataan pertama Obama menanggapi laporan Departemen Kehakiman AS pekan ini tentang bias rasial di Ferguson.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan diskriminasi ras di kota Ferguson, Missouri tidak saja terjadi di kepolisian kota itu, dan bahwa perubahan sikap penegak hukum merupakan fokus utama gerakan hak sipil. Memulihkan kebebasan dan hak-hak sipil dengan polisi adalah isu “yang membutuhkan tindakan kolektif dan mobilisasi” setengah abad setelah generasi aktivis sebelumnya mengubah bangsa ini, ujar Presiden Obama.

Ini merupakan pernyataan pertama Obama menanggapi laporan Departemen Kehakiman AS pekan ini tentang bias rasial di kota Ferguson. Departemen Kehakiman mendapati bahwa petugas-petugas polisi secara rutin melakukan tindakan diskriminatif terhadap warga kulit hitam dengan menggunakan kekuatan berlebihan.

“Saya tidak menilai hal itu sebagai kejadian yang kerap terjadi di seluruh Amerika, tetapi ini bukan satu insiden terpisah” ujar Presiden Obama dalam wawancara yang ditayangkan hari Jumat (6/3) di program “the Joe Madison Radio Show” saluran Urban View – radio Sirius XM.

“Saya kira ada kondisi di mana kepercayaan diantara warga masyarakat dan para penegak hukum telah dilanggar, dan ada individu-individu atau seluruh staf kepolisian mungkin belum dilatih atau memiliki akuntabilitas guna memastikan bahwa mereka melayani dan melindungi seluruh warga – bukan segelintir warga saja”, tambah Presiden Obama.

Wawancara Presiden Obama ini hanya berselang beberapa hari sebelum kunjungannya ke Selma – Alabama hari Sabtu (7/3) untuk berpidato dari jembatan Edmund Pettus, di mana pada tanggal 7 Maret 1965 beberapa polisi kulit putih memukuli aktivis-aktivis HAM. Obama terakhir kali berkunjung ke Selma tahun 2007 ketika ia sedang mencalonkan diri untuk meraih nominasi kandidat calon presiden dari Partai Demokrat. Ketika itu Obama bicara tentang tanggungjawab generasi setelah generasi aktivis-aktivis HAM tahun 1960an.

Dalam wawancara terpisah dengan penyiar radio Tom Joyner, Presiden Obama mengatakan meski ada kemajuan dalam hubungan antar-ras selama 50 tahun terakhir ini, beberapa hasil penyelidikan federal tentang kota Ferguson menunjukkan bahwa hak-hak sipil masih menjadi “proyek yang belum selesai”.

Presiden Obama hari Jumat (6/3) berada di Columbia – South Carolina untuk mengadakan pertemuan di Benedict College. Ia bicara tentang upaya kaum muda sepanjang sejarah Amerika untuk meningkatkan kesempatan. Ini merupakan kunjungan pertama Obama sebagai presiden. Obama ditemani anggota Kongres dari faksi Republik Jim Clyburn dan Jaksa Agung Eric Holder.

Dua negara bagian yang belum pernah dikunjungi Presiden Obama adalah South Dakota dan Utah.

XS
SM
MD
LG