Tautan-tautan Akses

AS

Obama: Kita Berada pada Sisi Sejarah yang Benar


Presiden Barack Obama mengatakan keyakinannya bahwa Amerika akan berhasil dalam misi melawan teror dalam pidato hari Minggu (6/12).

Presiden Barack Obama mengatakan keyakinannya bahwa Amerika akan berhasil dalam misi melawan teror dalam pidato hari Minggu (6/12).

Presiden Obama dalam pidato Minggu (6/12) mengatakan keyakinannya bahwa Amerika akan berhasil dalam misi melawan teror, karena AS berada di sisi yang benar dari sejarah.

Dalam pidato dari Ruang Oval Gedung Putih Minggu (6/12) malam yang jarang dilakukan, Presiden Amerika Barack Obama mengatakan serangan penembakan terhadap warga Amerika pekan lalu di California merupakan "tindakan terorisme yang dirancang untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah."

Obama mengatakan, kedua pembunuh telah memasuki "jalan gelap radikalisasi, menerima pemahaman yang menyimpang tentang Islam." Tapi ia mengatakan belum ada bukti bahwa mereka mendapat pengarahan dari organisasi teroris di luar negeri, atau mereka bagian dari konspirasi yang lebih luas di Amerika.

Syed Rizwan Farook yang lahir di Amerika dan istrinya warga negara Pakistan, Tashfeen Malik, membunuh 14 orang dan melukai 21 orang lainnya dalam pertemuan para pekerja pemerintah daerah Rabu lalu di San Bernardino, kira-kira satu jam ke arah timur dari kota Los Angeles. Mereka juga memasang bom pipa yang gagal meledak sebelum melarikan diri dengan kendaraan SUV besar.

Mobil mereka kemudian terlacak dan mereka tewas dalam baku tembak dengan polisi. Kini, Biro Investigasi Federal – FBI sedang menyelidiki alasan Farook dan Malik meluncurkan serangan itu.

Presiden Obama mengatakan Amerika telah memperkuat pertahanan terhadap ancaman teroris. Ia mencatat bahwa pihak intelijen dan lembaga penegak hukum telah menggagalkan berbagai plot atau rencana yang tidak terhitung jumlahnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ia mengatakan pasukan militer dan kontraterorisme Amerika tanpa henti memburu jaringan teroris di luar negeri, menghancurkan tempat berlindung mereka di berbagai negara yang berbeda.

Tapi Obama mencatat dalam beberapa tahun terakhir, teroris kini beralih ke apa yang disebut tindakan kekerasan "yang tidak terlalu rumit" seperti penembakan massal yang katanya telah menjadi "terlalu biasa dalam masyarakat kita."

Pidato presiden itu tidak menyebut adanya perubahan kebijakan baru atau pengumuman-pengumuman. Sebaliknya, ia berusaha meyakinkan rakyat Amerika bahwa ia dan pemerintahannya menangani ancaman terorisme dengan serius.

Obama mengatakan memahami rakyat Amerika bertanya-tanya apakah "kita menghadapi penyakit kanker yang belum ada penyembuhannya." Tapi ia bertekad, "Kami akan menghancurkan ISIL," singkatan yang digunakan untuk menyebut kelompok teror Negara Islam, "dan organisasi lainnya yang berusaha membahayakan kita."

Obama bertekad militer Amerika akan terus memburu para pemimpin teroris di negara manapun. Ia juga mengatakan Amerika akan terus memberi pelatihan dan peralatan bagi puluhan ribu pasukan Irak dan Suriah dalam melawan ISIS di medan tempur. Ia mengatakan Amerika bekerja sama dengan para mitra dan sekutu untuk menghentikan pendanaan teroris dan mencegah teroris merekrut para pejuangnya lagi dan melawan "ideologi jahat" yang gencar dipromosilan ISIS secara online. Obama mengatakan masyarakat internasional sudah mulai berusaha merancang waktu bagi sebuah rencana mengakhiri perang di Suriah.

Presiden mengatakan DPR Amerika harus bertindak untuk memastikan tidak seorang pun yang berada dalam daftar larangan terbang di Amerika bisa membeli senjata. Ditegaskan kembali himbauannya kepada anggota DPR untuk memperketat aturan kepemilikan senjata di Amerika, dengan mengatakan tidak peduli seberapa efektif penegakan hukum dan intelijen, mereka tidak dapat mengidentifikasi semua calon penembak. Obama menyebut hal tersebut sebagai masalah keamanan nasional dalam mencegah orang-orang yang berpotensi sebagai pembunuh untuk memperoleh senjata.

Sebelumnya, Pemimpin Mayoritas di Senat Amerika Mitch McConnell meminta presiden untuk menguraikan rencana pasukan darat Amerika untuk memberantas kelompok teror Negara Islam.

Tapi Obama mengatakan kepada para pemirsa televisi, bahwa Amerika tidak akan terseret ke dalam perang di medan tempur darat yang berlarut-larut di Suriah atau Irak, meski Amerika memperkuat upaya memerangi ISIS.

"Kita tidak boleh terseret lagi ke dalam perang di medan tempur darat yang lama dan mahal di Irak dan Suriah. Justru itu yang diinginkan oleh kelompok-kelompok seperti ISIL," kata Obama.

Akhirnya, Presiden menghimbau rakyat Amerika untuk tidak berbalik memusuhi warga Muslim Amerka, dengan mengatakan ISIS justru didorong keinginan memicu perang antara negara-negara Barat melawan Islam. Namun Obama justru menghimbau umat Islam di Amerika dan di seluruh dunia untuk melakukan upaya-upaya memerangi ekstremisme.

Presiden Obama mengatakan yakin bahwa "kita akan berhasil dalam misi ini, karena kita berada di sisi yang benar dari sejarah." Ia mengimbau warga Amerika, "Jangan lupa kebebasan jauh lebih kuat dibandingkan rasa takut." [zb]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG