Tautan-tautan Akses

AS

Obama Kembali ke Washington setelah Liburan di Hawaii


Presiden AS Barack Obama (kanan) bersama ibu negara Michelle Obama dan Malia Obama tiba kembali di Washington (4/1).

Presiden AS Barack Obama (kanan) bersama ibu negara Michelle Obama dan Malia Obama tiba kembali di Washington (4/1).

Presiden Amerika Barack Obama tiba kembali di Washington hari Minggu (4/1) setelah berlibur selama dua pekan di Hawaii.

Lanskap politik di Washington telah berubah sejak Presiden Barack Obama berlibur ke Hawaii. Partai Republik yang memenangkan pemilu sela bulan November lalu kini menguasai kedua majelis di Kongres.

Banyak anggota Kongres yang sudah tidak sabar ingin mengkritisi inisiatif-inisiatif Presiden Obama – khususnya UU Layanan Kesehatan atau the Affordable Care Act yang juga dikenal sebagai “Obamacare” – yang mengharuskan seluruh wagra Amerika untuk memiliki asuransi layanan kesehatan.

Banyak anggota Kongres yang juga ingin membahas kebijakan imigrasi baru Obama yang memberi kesempatan kepada imigran yang tidak memiliki dokumen resmi dan tinggal di Amerika secara ilegal untuk memiliki ijin tinggal resmi – bahkan menjadi warga negara.

Sewaktu para anggota Kongres kembali ke Washington pekan ini pasca libur Natal dan Tahun Baru, Presiden Obama akan melakukan kunjungan selama tiga hari ke beberapa kota untuk menjelaskan kebijakan-kebijakannya, yang menurut Partai Demokrat justru telah memberi sumbangan pada pemulihan ekonomi Amerika.

Tema ini tampaknya akan menjadi elemen penting dalam Pidato Kenegaraan tahunan tanggal 20 Januari mendatang.

Beberapa analis mengatakan Presiden Obama bersemangat menjelaskan beberapa kebijakan akhir tahunnya terkait imigrasi dan hubungan dengan Kuba. Obama telah menegaskan bahwa ia akan menggunakan hak veto untuk memblokir serangan Partai Republik terhadap dua tahun terakhir masa kepresidenannya.

Di bidang internasional, Presiden Obama menghadapi aksi peretasan terhadap Sony Pictures Entertainment yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana Amerika menilai Korea Utara yang bersalah melakukannya. Presiden Obama telah mengeluarkan perintah eksekutif yang memperluas sanksi-sanksi terhadap Korea Utara. Pemerintah Kim Jong Un membantah terlibat dalam serangan internet itu.

XS
SM
MD
LG