Tautan-tautan Akses

AS

Obama Kembali ke Gedung Putih Setelah Perjalanan ke Afrika Selatan


Presiden Barack Obama berpidato pada upacara penghormatan terakhir bagi Nelson Mandela di Johannesburg, 10 Desember 2013.

Presiden Barack Obama berpidato pada upacara penghormatan terakhir bagi Nelson Mandela di Johannesburg, 10 Desember 2013.

Presiden Obama kembali ke Washington setelah menyampaikan pidato yang menggemparkan pada upacara penghormatan bagi Nelson Mandela di Johannesburg.

Presiden Barack Obama kembali ke Gedung Putih hari Rabu setelah kunjungannya ke Afrika Selatan untuk menghadiri upacara penghormatan bagi Nelson Mandela.

Pidato Obama di stadion sepak bola yang dibasahi hujan di Johannesburg mungkin merupakan saat paling menggemparkan di acara mengenang kehidupan Nelson Mandela, yang meninggal Kamis lalu di usia 95.

Selama pidatonya, Obama menyisipkan rujukan tentang niatnya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi di Amerika.

Pernyataan Obama meminta orang-orang yang menyetujui misi hidup Mandela untuk benar-benar menjalaninya mungkin ditujukan bagi oposisinya dari partai Republik, yang mencoba untuk menghambat agendanya dengan berbagai cara.

Kunjungan singkat Obama ke Afrika Selatan memberikan waktu rehat bagi pertengkaran partisan di Washington tentang dana dan yang terbaru, penerapan sistem kesehatan yang dia usulkan.

Masalah-masalah tersebut menghambat masa kepemimpinannya dan berkontribusi pada penurunan popularitasnya di antara rakyat Amerika, yang hanya memberikan penilaian kinerjanya sebesar 38%, terendah dalam lima tahun kepemimpinannya.

Selama upacara Obama mendaulat Nelson Mandela sebagai "raksasa keadilan'' tapi mengatakan terlalu banyak pemimpin dunia menyatakan solidaritas pada perjuangannya untuk kemerdekaan "tapi tidak menoleransi perbedaan pendapat di antara rakyatnya sendiri."

Obama, berbicara di upacara penghormatan untuk Mandela di Johannesburg for Mandela, membuat komentar tersebut di depan para pemimpin termasuk Wakil Presiden China Li Yuanchao, Presiden Kuba Raul Castro dan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe.
XS
SM
MD
LG