Tautan-tautan Akses

Obama Keluarkan Pernyataan Keras soal Krisis di Suriah


Presiden Obama mengatakan, akan mempertimbangkan "semua alat yang ada" guna menghentikan pembantaian di Suriah.

Presiden Obama mengatakan, akan mempertimbangkan "semua alat yang ada" guna menghentikan pembantaian di Suriah.

Obama mengatakan AS dan sekutunya akan mempertimbangkan "semua alat yang ada" guna menghentikan pembantaian warga tak bersalah di Suriah.

Presiden Amerika Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton hari Jumat mengeluarkan kata-kata pedas tentang kekerasan yang meningkat di Suriah.

Obama mengatakan Amerika dan sekutunya akan mempertimbangkan "semua alat yang ada" guna menghentikan pembantaian warga tak bersalah di Suriah. Ditambahkan, sangat penting bagi masyarakat internasional untuk mengirim pesan yang jelas kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad bahwa sudah waktunya "rezim itu mundur."

Pernyataan presiden disampaikan setelah Clinton memprediksi Assad akan menanggung konsekuensi "berat" karena melanggar hak-hak rakyat Suriah dan mengabaikan kehendak masyarakat internasional dengan melakukan penumpasan terhadap oposisi.

Clinton bertemu wakil-wakil dari lebih 70 negara dan organisasi internasional di Tunisia hari Jumat dalam upaya baru untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah yang telah menewaskan ribuan orang.

Sekelompok negara Barat dan Arab bertemu di ibukota Tunis guna mendesak penguasa Suriah agar berjanji segera mengakhiri semua kekerasan dan mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan dari negara-negara lain ke daerah-daerah yang paling terkena dampak dalam beberapa hari.

Dewan Nasional Suriah mendesak negara-negara yang hadir agar mempertimbangkan mempersenjatai oposisi jika pemerintah Assad tidak menerima inisiatif Liga Arab untuk menghentikan kekerasan dan tidak mengakhiri serangan berdarah terhadap rakyat Suriah.

Di Suriah, Komite Internasional Palang Merah mengevakuasi tujuh orang yang luka-luka dari wilayah Baba Amr di Homs yang terkepung. Tak jelas apakah tiga wartawan asing termasuk di antara mereka.

Ketiga wartawan itu luka-luka dalam serangan penembakan awal pekan ini yang juga menewaskan koresponden perang kawakan kelahiran Amerika Marie Colvin dan fotografer Prancis Remi Ochlik. Mayat keduanya juga masih di daerah itu.

Tentara Suriah hari Jumat terus membombardir Homs yang sudah berlangsung tiga minggu. Aktivis mengatakan setidaknya 15 orang tewas dalam penembakan itu.

XS
SM
MD
LG