Tautan-tautan Akses

AS

Obama Kecam Pidato Netanyahu di Kongres AS

  • Luis Ramirez

Presiden AS Barack Obama mengecam pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di hadapan Kongres AS hari Selasa (3/3).

Presiden AS Barack Obama mengecam pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di hadapan Kongres AS hari Selasa (3/3).

Presiden Barack Obama mengecam pidato PM Israel Benjamin Netanyahu di hadapan Kongres AS Selasa pagi (3/3), dengan mengatakan pemimpin Israel itu tidak memberi alternatif baru guna menghadapi Iran dan program nuklirnya.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih bahwa ia tidak menyaksikan pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di depan sidang gabungan Kongres Selasa pagi (3/3), tetapi ia telah membaca transkrip pidato tersebut.

“Sejauh yang saya tahu, tidak ada yang baru,” ujar Obama.

Pemimpin Amerika itu mengatakan ia sepakat dengan Perdana Menteri Netanyahu yang menggambarkan hubungan Amerika-Israel sebagai hal yang tak bisa terputuskan, dan ketika Netanyahu menyebut Iran sebagai rejim yang berbahaya.

Bagian-bagian pidato yang berisi kecaman Netanyahu terhadap perundingan perjanjian nuklir dengan Iran yang diupayakan Presiden Obama, memicu kecaman keras dari pemimpin Amerika itu.

“Terkait isu utama yaitu bagaimana kita mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir yang bisa menjadikan negara itu jauh lebih berbahaya dan memicu tindakan yang lebih luas di kawasan itu, Perdana Menteri Netanyahu tidak menawarkan alternatif lain yang masuk akal,” kecam Obama.

PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan pidato mengenai ancaman nuklir Iran di hadapan Kongres AS, Selasa (3/3).

PM Israel Benjamin Netanyahu memberikan pidato mengenai ancaman nuklir Iran di hadapan Kongres AS, Selasa (3/3).

Tanggapan Presiden Obama itu senada dengan ketidaksenangan yang ditunjukkan pejabat-pejabat Gedung Putih terhadap keputusan Ketua DPR John Boehner untuk mengundang Netanyahu berpidato di Kongres, tanpa berkonsultasi dengan pemerintahan Obama.

Pejabat-pejabat Gedung Putih mengatakan undangan dan pidato itu melanggar protokol yang ada.

Presiden Obama tidak berencana mengadakan pertemuan dengan Netanyahu selama kunjungannya di Washington.

Guna menunjukkan ketidaksenangannya lebih jauh dengan kehadiran Netanyahu itu, Presiden Obama hari Selasa (3/3) juga mengirim Wakil Presiden Joe Biden ke Amerika Tengah, yang berarti Biden tidak duduk di posisinya yang biasa, yaitu di belakang podium pidato sebagaimana yang terjadi ketika pemimpin-pemimpin asing berpidato di muka Kongres.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG