Tautan-tautan Akses

AS

Obama Kaji Hubungan AS dengan China, Rusia


Presiden AS Barack Obama “kurang optimis” mengenai hubungan AS-Rusia khususnya dengan Presiden Vladimir Putin (3/12).

Presiden AS Barack Obama “kurang optimis” mengenai hubungan AS-Rusia khususnya dengan Presiden Vladimir Putin (3/12).

Presiden AS Barack Obama hari Rabu (3/12) menyampaikan pandangannya mengenai hubungan Amerika dengan China dan Rusia.

Presiden Amerika Barack Obama telah menyampaikan pandangannya mengenai hubungan Amerika dengan China dan Rusia, dengan menyuarakan optimisme mengenai hubungan Amerika dengan China namun pesimis mengenai makin memburuknya hubungan dengan Rusia.

Presiden Obama menyampaikan komentarnya hari Rabu (3/12) dalam sesi tanya jawab di Washington dengan kelompok pengusaha yang anggotanya termasuk pimpinan sejumlah perusahaan besar Amerika.

Presiden Obama memuji Presiden China, Xi Jinping dengan mengatakan ia mungkin menguasai negaranya lebih baik dibandingkan semua pemimpin China sejak Deng Xiaoping dari tahun 1978 sampai 1992.

Meski demikian Presiden Obama mengatakan kekuasaan Xi meningkatkan “bahaya pada hal-hal yang menyangkut HAM, penumpasan terhadap pembangkang dan mengatakan Xi “memahami keprihatinan negara tetangganya yang menyangkut semangat nasionalisme masing-masing, termasuk sengketa maritim di Laut China Selatan.

Meski demikian Presiden Obama mengatakan ia melihat “keinginan kuat China untuk menjaga hubungan baik dengan Amerika” meskipun Amerika mendesak China untuk mengatasi pelanggaran keamanan dunia maya dengan menyasar perusahaan-perusahaan dan kantor-kantor pemerintah Amerika.

Obama mengatakan ia “kurang optimis” mengenai hubungan Amerika dengan Rusia khususnya dengan Presiden Vladimir Putin. Pemimpin Amerika itu mengatakan hubungannya dengan Putin “sangat langsung, terang-terangan dan seperti bisnis”.

Ia mengecam campur tangan Putin di Ukraina dan ancamannya kepada negara-negara lain yang berbatasan dengan Rusia. Presiden Obama mengatakan sikap Putin terhadap Ukraina “secara politik berhasil di dalam negeri Rusia meskipun menjauhkan Rusia sepenuhnya dari masyarakat internasional.

Presiden Amerika itu mengatakan ia tidak melihat Putin akan menarik diri dari keterlibatannya di Ukraina dalam waktu dekat. Ia beranggapan “itu akan terjadi jika politik dalam negeri Rusia mengimbangi apa yang terjadi pada bidang ekonominya.” Presiden Obama bertekad Amerika akan terus memberlakukan sanksi-sanksi ekonominya terhadap Rusia.

Mengenai Amerika, Presiden Obama berjanji untuk membuat upaya-upaya baru dalam dua tahun mendatang untuk bekerja sama dengan DPR yang dikuasai pihak Republik untuk mereformasi peraturan pajak, termasuk menurunkan tingkat pajak perusahaan yang tertinggi di dunia. Ia mengatakan perubahan harus mencakup ketentuan yang menguntungkan keluarga kelas menengah bukan hanya pembayar pajak kaya dan perusahaan-perusahaan besar.

Obama mengatakan ekonomi Amerika yang merupakan terbesar di dunia terus berkembang tapi “upah dan pendapatan masih belum meningkat secara berarti” bagi hampir sebagian besar pekerja Amerika meskipun tingkat pengangguran turun dibawah 6 % dan keuntungan perusahaan besar meningkat tajam.

Meskipun ekonomi Amerika membaik, Presiden Obama mengatakan “hal itu bisa dihambat oleh melemahnya ekonomi global”. Ia menyampaikan keprihatinan khusus mengenai mata uang euro, blok 18 negara Eropa yang mendekati resesi dan Jepang yang perekonomian juga ikut menciut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG