Tautan-tautan Akses

AS

Obama Janji Gunakan Kekuasaan untuk Cegah Tragedi Penembakan Berulang


Presiden Barack Obama tiba dalam upacara doa bersama di SMA Newtown untuk para keluarga korban penembakan massal di SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut (16/12). (Foto: Reuters)

Presiden Barack Obama tiba dalam upacara doa bersama di SMA Newtown untuk para keluarga korban penembakan massal di SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut (16/12). (Foto: Reuters)

Presiden AS Barack Obama mengatakan tragedi ini merupakan pertanda ia harus setidaknya membuat langkah untuk mengatasi isu pengawasan senjata.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan akan menggunakan "semua kekuasaan” yang ia miliki untuk mencegah berulangnya penembakan massal seperti yang terjadi di Connecticut.

“Pilihan apa yang kita punya? Apakah kita benar-benar siap mengatakan kita tidak berdaya menghadapi pembantaian seperti itu, dan bahwa politik terlalu sulit? Apakah kita siap mengatakan bahwa kekerasan semacam itu yang mendatangi anak-anak kita setiap tahun adalah harga kebebasan kita?” ujar Obama dalam doa bersama untuk korban penembakan di Newtown, Connecticut.

Bagi Obama, tragedi ini merupakan pertanda bahwa ia harus setidaknya membuat langkah untuk mengatasi isu pengawasan senjata. Dengan jelas ia menyatakan bahwa kematian yang ada harus membuat negara bertindak, dan ia adalah pemimpin sebuah bangsa yang gagal melindungi anak-anaknya. Ia berbicara mengenai upaya yang lebih luas, tidak secara spesifik menyatakan apa yang akan ia desakkan.

“Kita jelas dapat melakukan yang lebih baik dari ini. Kita memiliki kewajiban untuk mencoba,” ujarnya.

Presiden Obama bertemu secara pribadi dengan keluarga-keluarga yang kehilangan buah hati mereka di Sekolah Dasar Sandy Hook, dan berterima kasih kepada mereka yang telah memberikan respon pertama atas tragedi tersebut. Mereka berkumpul di Sekolah Menengah Atas Newtown, tempat diadakannya doa bersama pada Minggu malam waktu setempat, yang berlokasi sekitar dua kilometer dari tempat kejadian perkara. Kepada orang-orang yang hadir dalam acara tersebut Presiden Obama mengatakan bahwa seluruh negara ikut berkabung bersama mereka.

Presiden Obama mengatakan negara menghadapi persoalan berat setelah penembakan itu, dan katanya, ini adalah penembakan keempat yang terjadi sejak awal masa kepresidenannya hampir empat tahun lalu. Ia berjanji dalam beberapa minggu ke depan akan berbicara dengan penegak hukum, profesional kesehatan jiwa, orangtua dan pendidik dalam upaya mencegah penembakan massal.

Obama mengatakan pada Gubernur Connecticut Dannel Malloy bahwa peristiwa pada Jumat merupakan hari terberat dalam masa kepresidenannya. Presiden memiliki dua anak perempuan bernama Malia, 14, dan Sasha, 11.

Pembunuhan massal 20 anak-anak dan enam orang dewasa di Sekolah Dasar Sandy Hook pada Jumat lalu menimbulkan kengerian di seluruh dunia dan debat serta pertanyaan politik baru mengenai apa yang mendorong seorang pemuda 20 tahun membunuh ibunya, yang merupakan guru di sekolah itu, serta menembaki anak-anak.

Daftar resmi nama-nama korban mencakup nama –nama 12 anak perempuan dan delapan anak laki-laki, semuanya dalam kelas yang sama dan berusia enam sampai tujuh tahun.

Korban orang dewasa semuanya perempuan, termasuk Kepala Sekolah, Dawn Hochsprung, yang menurut laporan berusaha mencegah penembak itu melakukan penembakan, dan guru bernama Victoria Soto, 27 tahun, yang dipuji telah menyelamatkan beberapa muridnya dengan berada diantara murid-murid dan penembak.

Pihak berwajib telah mengidentifikasi penembak itu bernama Adam Lanza, yang digambarkan sebagai orang pendiam dan kaku dalam pergaulan, tetapi pintar, berusia 20 tahun. Para pejabat mengatakan Adam Lanza tewas di tempat dengan luka tembakan yang dilakukannya sendiri.

Para petugas diperkirakan selesai melakukan otopsi terhadap mayat penembak itu hari Minggu, dan juga pemeriksaan terhadap ibunya yang dilaporkan ditembak mati oleh putranya itu di rumah mereka.

Sementara itu, polisi mengatakan bahwa penembak, Adam Lanza, membawa sejumlah besar amunisi yang cukup untuk membunuh setiap murid di sekolah itu jika ia memiliki waktu. Ia menembak kepalanya sendiri setelah mendengar polisi telah mendekat, ujar pihak berwenang.

Seorang pejabat Connecticut mengatakan ibu sang penembak ditemukan tewas dalam balutan piama di tempat tidur, ditembak empat kali di kepala dengan senapan, dengan empat tembakan di kepala dari senapan. Penembak kemudian pergi ke sekolah dan mulai menembaki sekelilingnya. (AP/Jim Kuhnhenn dan Ben Feller)
XS
SM
MD
LG