Tautan-tautan Akses

AS

Obama Jamu Romney Makan Siang di Gedung Putih

  • Kent Klein

Presiden Barak Obama dan Mitt Romney berbincang di Kantor Oval Gedung Putih selesai acara jamuan makan siang hari Kamis (29/11).

Presiden Barak Obama dan Mitt Romney berbincang di Kantor Oval Gedung Putih selesai acara jamuan makan siang hari Kamis (29/11).

Dalam pertemuan pertama sejak pemilu, Presiden Obama dan Mitt Romnney bertemu untuk makan siang di ruang makan pribadi di Gedung Putih, Kamis (29/11).

Kurang dari sebulan setelah berakhirnya salah satu kampanye pemilu yang paling sengit dalam sejarah Amerika, kedua pihak yang sebelumnya bersaing, Presiden Barack Obama dan mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney, bertemu untuk makan siang. Reporter VOA Kent Klein melaporkan dari Gedung Putih, Obama dan Romney melanjutkan tradisi pasca-pemilu Amerika yang bertujuan membina persatuan.

Presiden Barack Obama menyampaikan undangan makan siang tak lama setelah Mitt Romney melakukan pidato konsesinya pada malam pemilu.

Beberapa hari kemudian, Obama mengatakan kepada para wartawan bahwa ia tertarik mendengar ide-ide mantan penantangnya dari partai Republik.

“Mungkin ada ide-ide dari Romney mengenai pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang dapat membantu keluarga kelas menengah, saya ingin mendengarnya. Jadi saya tidak berprasangka tentang apa yang ia ingin lakukan, atau saya menyarankan saya telah memiliki konsep-konsep yang spesifik. Tapi apa yang ingin saya lakukan adalah mendengarkan ide-ide darinya dan melihat apakah mungkin kita bekerja sama,” papar Obama.

Gedung Putih mengatakan makan siang Presiden Barack Obama dan Mitt Romney dari Partai Republik terfokus pada kepemimpinan Amerika. Kedua saingan dalam pemilihan presiden AS yang lalu itu berjanji akan terus menjalin kontak, khususnya jika kesempatan bekerjasama muncul pada masa mendatang.

Pertemuan makan siang berlangsung hari Kamis, tertutup dan tanpa kehadiran wartawan dan juru foto.

Jurubicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan tidak ada agenda khusus bagi pertemuan itu, dan Obama tidak berencana menyampaikan permintaan tertentu. Presiden mengatakan ia ingin mendengar ide-ide dari Romney mengenai peningkatan ekonomi dan membuat pemerintahan lebih efisien.

Tapi Stuart Rothenberg, editor Rothenberg Political Report, mengatakan sebelum pertemuan, ia memperkirakan tidak akan ada keputusan kebijakan konkret sebagai hasil pertemuan itu.

“Bisa dipastikan Mitt Romney akan mengambil kesempatan itu untuk mendorong presiden melakukan satu atau dua hal, tapi menurut saya ini bukan diskusi sungguh-sungguh untuk kebijakan public,” ujar Rothenberg.

Jay Carney hari Rabu mengatakan undangan makan siang melambangkan persatuan demokrasi Amerika.

“Ini adalah salah satu hal yang sering diabaikan, tetapi hal yang luar biasa tentang demokrasi, demokrasi tertua ini - bahwa kita secara konsisten melaksanakan pemilu tanpa gejolak dan gangguan yang bisa kita lihat terjadi di begitu banyak negara di seluruh dunia yang kita saksikan tanpa sejarah. Dan menurut saya, hal ini sangat patut, dan saya yakin presiden berpendapat sama, untuk melanjutkan tradisi ini,” kata Carney.

Rothenberg setuju, mengatakan pemilu itu cukup ketat bahwa acara persatuan akan sangat membantu. Ia menambahkan, “Menurut saya ini adalah salah satu keindahan politik Amerika dan pemerintah Amerika. Pemenang pemilu berusaha bersikap bijaksana. Mengulurkan tangan kepada pihak yang kalah, memahami pihak yang kalah memperoleh suara lebih dari 47 persen dan kini saatnya bagi negeri untuk bersatu dan bergerak maju.”

Selama setengah abad terakhir banyak presiden Amerika mengundang lawan yang kalah dalam pemilu untuk bertemu di Gedung Putih. Sangat jarang bahwa pertemuan itu menghasilkan perubahan dalam kebijakan atau penugasan khusus bagi pihak yang kalah dalam pemilu.

Gedung Putih mengatakan Romney mengucapkan selamat kepada Presiden Obama atas keberhasilan kampanyenya dan menambahkan semoga segala sesuatu berjalan baik dalam empat tahun mendatang. Percakapan kedua tokoh dalam pertemuan satu jam itu terfokus pada kepemimpinan Amerika di dunia dan pentingnya mempertahankan posisi kepemimpinan itu.

Menu makan siang yang disajikan dalam acara itu termasuk daging kalkun dan selada ayam panggang a la Amerika barat daya.
XS
SM
MD
LG