Tautan-tautan Akses

AS

Obama: Israel Kehilangan Kredibilitas Atas Komitmen Terhadap Perdamaian Timur Tengah


Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa politik Israel “hanya didorong oleh ketakutan.”

Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa politik Israel “hanya didorong oleh ketakutan.”

Obama mengatakan, masyarakat internasional tidak yakin Israel serius mengenai solusi dua negara dengan Palestina.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan Israel kehilangan kredibilitas internasional terkait keseriusan negara itu mengenai penyelesaian damai bagi konflik di Timur Tengah, yang antara lain mencakup pembentukan negara Palestina.

Obama mengatakan hal itu dalam wawancara dengan televisi Israel Channel 2, yang ditayangkan Selasa (2/6).

Obama ditanya mengenai pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum pemilu pada awal tahun ini. Ketika itu Netanyahu mengatakan bahwa negara Palestina tidak akan pernah berdiri di bawah pemerintahannya.

Obama mengatakan, masyarakat internasional tidak yakin Israel serius mengenai solusi dua negara. Menurutnya, pernyataan Netanyahu mempertebal keyakinan mengenai tidak adanya komitmen untuk itu.

Netanyahu telah menarik pernyataan-pernyataannya setelah itu dan kini mengemukakan bahwa ia berkomitmen pada solusi dua negara. Ia telah meminta Palestina agar kembali ke perundingan perdamaian tanpa syarat.

Tetapi Presiden Obama mengatakan dalam wawancara itu bahwa politik Israel “hanya didorong oleh ketakutan.”

Menurut Obama, Netanyahu adalah orang yang cenderung untuk memikirkan keamanan lebih dulu, mungkin mengira perdamaian hal sederhana, serta melihat kemungkinan-kemungkinan yang terburuk, bukannya yang terbaik pada mitra-mitra Arab atau Palestina.

Pernyataan Netanyahu mengenai Palestina dan kecaman terus-menerusnya mengenai perundingan nuklir dengan Iran – terutama kehadirannya di Kongres Amerika pada Maret lalu – telah membuat berang pemerintahan Obama.

Tetapi Obama mengatakan bahwa diplomasi, bukannya aksi militer, adalah satu-satunya cara untuk mencegah Iran membuat bom nuklir.

Netanyahu telah berulangkali memperingatkan bahwa suatu perjanjian nuklir dengan Iran akan menjadi suatu perjanjian yang buruk dan membuat Iran masih memiliki kemampuan membuat bom. Menurutnya hal ini membuat Israel dalam ancaman besar.

Presiden Obama mengatakan ia memahami kekhawatiran dan ketakutan Israel mengenai Iran yang memiliki senjata nuklir. Tetapi ia juga telah berulang kali menyatakan bahwa keamanan Israel merupakan prioritas utama Amerika.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG