Tautan-tautan Akses

Obama Dorong Reformasi di Myanmar


Presiden AS Barack Obama (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Myanmar Thein Sein di Naypyitaw, Kamis (13/11).

Presiden AS Barack Obama (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Myanmar Thein Sein di Naypyitaw, Kamis (13/11).

Presiden AS Barack Obama Kamis (13/11) memuji perkembangan di Myanmar, tapi mengimbau agar reformasi terus dilanjutkan di negara itu.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia merasa yakin akan datangnya “hari baru” di Myanmar, tapi katanya masih ada pekerjaan yang mesti dilakukan untuk mereformasi negara di Asia Tenggara itu.

Presiden Obama berkomentar demikian hari Kamis (13/11) dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat senior, termasuk Presiden Thein Sein dan aktivis demokrasi kawakan Aung San Suu Kyi.

Presiden Obama sedang dalam lawatan dua hari di Myanmar, yang muncul dari pemerintahan militer yang otoriter selama beberapa dekade.

Deputi Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Ben Rhodes mengatakan Presiden Obama mengangkat keprihatinan mengenai laju reformasi politik dan HAM dalam pertemuan langsung dengan Presiden Thein Sein hari Kamis.

Pemerintahan sipil secara nominal itu mulai berkuasa tahun 2011, mengakhiri 50 tahun kekuasaan militer, tetapi memunculkan sejumlah masalah yang mendalam, termasuk perlakuan terhadap minoritas-minoritas etnik di negara itu.

Rhodes mengatakan Presiden Obama juga akan menyampaikan masalah kaum Rohingya yang mayoritas Muslim, yang tidak diberi status warga negara dan menghadapi berbagai pembatasan lainnya.

Hari Jumat, Presiden Obama akan berangkat ke Yangon, di mana secara terpisah dia akan bertemu dengan Aung San Suu Kyi, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dan anggota parlemen oposisi.

XS
SM
MD
LG