Tautan-tautan Akses

Obama Disebut Muslim dalam Kampanye Donald Trump


Donald Trump dalam sebuah acara kampanye di Rochester, New Hampshire, Kamis (17/9).

Donald Trump dalam sebuah acara kampanye di Rochester, New Hampshire, Kamis (17/9).

Bakal calon presiden paling populer dari Partai Republik, Donald Trump, kembali menciptakan kontroversi, kali ini karena tidak mengkoreksi seorang pendukungnya yang menyebut Presiden AS Barack Obama sebagai seorang Muslim dan orang asing.

Interaksi antara Trump dan pendukungnya itu berlangsung dalam sesi tanya jawab Kamis malam di Rochester, New Hampshire.

"Kita memiliki masalah di negara ini: yaitu orang-orang Muslim," ujar seorang pria, mengenakan kaos kampanye Trump. "Kita tahu presiden kita sekarang adalah orang Muslim. Kita tahu ia bahkan bukan orang Amerika."

"Kita butuh pertanyaan seperti ini," ujar Trump sambil tersenyum. Trump selama ini menjadi salah satu pendukung gerakan "birther" di Amerika, yang menuduh - dengan tidak benar - bahwa Obama lahir di Kenya dan dengan demikian bukan warga negara Amerika.

Pendukung Trump itu kemudian berkata, "Ada kamp-kamp pelatihan di mana mereka [kaum Muslim] ingin membunuh kita. Itu pertanyaan saya: Kapan kita bisa memberantas mereka?"

"Kita akan melihat berbagai macam hal," ujar Trump. "Anda tahu, banyak orang mengatakan itu dan banyak orang mengatakan hal-hal yang buruk berlangsung di luar sana."

Trump tidak mengkoreksi informasi yang tidak benar mengenai Obama, ia juga gagal membahas apa yang dipandang banyak orang sebagai seruan untuk memberantas warga Muslim dari Amerika Serikat.

BACA: Banyak Warga AS Masih Mengira Obama Muslim, Lahir di Luar Negeri

Respon dari Clinton, Sanders

Hillary Clinton, yang mencalonkan diri dari Partai Demokrat, menyerang Trump dalam pernyataannya di Twitter.

Senator Vermont Bernie Sanders, yang juga mencalonkan diri sebagai kandidat dari Partai Demokrat, menuntut Trump untuk meminta maaf.

Petugas kampanye Trump kemudian mengatakan kepada sejumlah media bahwa Trump tidak mendengar pernyataan dari pendukungnya itu bahwa Obama adalah seorang Muslim, dan bahwa jawabannya merupakan respon terhadap bagian pertanyaan mengenai kamp-kamp pelatihan kaum ekstremis.

Sebelumnya, Trump sudah pernah memberikan pernyataan yang menyerang kaum minoritas. Di masa awal kampanye kepresidenannya, ia menyebut imigran dari Meksiko sebagai kriminal, pemerkosa dan bandar narkoba.

Momen dalam kampanye Trump tersebut mengingatkan orang pada musim kampanye 2008 di mana kandidat presiden dari Partai Republik Senator John McCain mengkoreksi seorang pendukungnya yang mengatakan ia tidak percaya pada Obama karena "ia orang Arab."

Dalam insiden tersebut, McCain segera mengambil kembali mikrofonnya dari perempuan itu.

"Tidak Bu, tidak Bu. Ia seorang laki-laki baik, seorang warga negara yang kebetulan berbeda pendapat dengan saya mengenai isu-isu fundamental," ujar McCain.

Obama beragama Kristen dan lahir di Hawaii dari seorang ibu yang orang Amerika dan ayah dari Kenya. Walaupun begitu, ia sering diragukan oleh banyak orang dari kubu konservatif di Amerika yang mengatakan ia seorang Muslim dan lahir di Kenya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG