Tautan-tautan Akses

AS

Obama Serukan Upaya Lebih Besar untuk Lawan Ideologi Kebencian

  • Luis Ramirez

Presiden AS Barack Obama menutup KTT tentang pemberantasan ekstremisme disertai kekerasan di Washington DC (20/2).

Presiden AS Barack Obama menutup KTT tentang pemberantasan ekstremisme disertai kekerasan di Washington DC (20/2).

Presiden Obama menutup KTT tentang pemberantasan ekstremisme disertai kekerasan dan ia menyerukan agar negara-negara lain melakukan lebih banyak usaha untuk melawan ideologi kebencian.

KTT Kontra Ekstremisme di Washington itu diarahkan untuk mencari cara-cara menanggapi akar penyebab yang menyebabkan orang-orang muda bergabung dengan kelompok ekstremis.

Presiden Obama dalam pidatonya pada hari terakhir pertemuan, menyerukan kepada negara-negara lain untuk bergabung dalam perang melawan ekstremisme yang disertai kekerasan. Katanya, perang tersebut ditujukan untuk melawan ideologi kebencian, bukan melawan Islam.

“Sudah tentu, ada sejarah kompleks antara Timur Tengah dan Barat. Dan tak ada seorangpun di antara kita yang kebal terhadap kritik dari segi kebijakan tertentu, tetapi penggambaran bahwa Barat sedang berperang dengan Islam merupakan kebohongan yang buruk,” tegas Obama.

Presiden Obama mengundang kecaman dari lawan-lawan politiknya karena tidak mau menyebut ini sebagai ekstremisme Islamis, sebuah strategi yang menurut analis dipakai oleh Obama agar jangan mengucilkan sekutu Arab atau mendukung narasi yang dipergunakan kelompok-kelompok jihadis yang berusaha melukiskan ikhtiar kontra terorisme Amerika sebagai perang antara Islam dan Barat.

Pertemuan tiga hari yang dihadiri pemimpin-pemimpin agama dan madani, pejabat kepolisian dan menter-menteri luar negeri dimaksudkan untuk memulai sebuah diskusi bagi solusi kemiskinan, diskriminasi dan faktor-faktor lain yang membuat generasi muda rentan terhadap perekrutan oleh kelompok ekstremis seperti ISIS.

Pada akhir KTT ini, Penasihat Keamanan Nasional Susan Rice menyerukan agar berbagai pemerintahan bekerja sama secara lebih erat dengan masyarakat madani, serta mengerahkan talenta-talenta yang selama ini terpinggirkan.

“Ini juga termasuk perempuan yang merupakan suara paling efektif dalam melawan ekstremisme yang disertai kekerasan. Tak ada yang lebih baik dari seorang ibu yang mampu mengidentifikasi perilaku aneh di diri anaknya dan menindak lanjutinya,” ujar Rice.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa usulan konkrit guna mengatasi akar-akar penyebab dari hal-hal yang mendorong warga muda Amerika bergabung dengan kelompok ekstremis.

Pejabat mengatakan, upaya ini akan butuh waktu bertahun-tahun, dan mereka merencanakan lebih banyak pertemuan, disertai sebuah diskusi luas tentang isu ini pada Sidang Umum PBB September mendatang.

XS
SM
MD
LG