Tautan-tautan Akses

Obama dan Putin Gagal Selesaikan Perbedaan Pendapat Soal Suriah


President Rusia Vladimir Putin, lewat di depan Presiden AS Obama, saat mengambil posisi untuk pengambilan foto bersama para kepala negara di Istana Konstantin, St. Petersburg, Rusia (6/9).

President Rusia Vladimir Putin, lewat di depan Presiden AS Obama, saat mengambil posisi untuk pengambilan foto bersama para kepala negara di Istana Konstantin, St. Petersburg, Rusia (6/9).

Presiden AS dan Presiden Rusia Vladimir Putin masih berselisih pendapat mengenai kemungkinan serangan terhadap Suriah, setelah membahas isu tersebut di sela-sela KTT ekonomi G-20 di Rusia.

Dalam konferensi pers terpisah hari Jumat, baik Obama dan Putin menyebut pertemuan mereka "konstruktif" dan bersahabat. Tapi kedua pemimpin itu jelas sangat berseberangan soal isunya.

Putin memberitahu para wartawan bahwa para pemberontak di Suriah bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia. Dan ia mengatakan aksi militer terhadap Suriah merupakan pelanggaran terhadap standar-standar internasional.

"Saya ingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer terhadap negara yang berdaulat hanya boleh dilakukan untuk membela diri, dan seperti yang kita semua ketahui, Suriah tidak menyerang Amerika. Kedua, menurut keputusan Dewan Keamanan PBB, sebagai salah satu peserta diskusi kita kemarin, mengatakan mereka yang menyerang berarti melanggar hukum,” kata Putin.

Sementara itu, Obama mengatakan mungkin saja sikap Putin mengenai penggunaan senjata kimia Suriah dapat berubah setelah adanya laporan inspektur PBB.

Tapi presiden Obama mengatakan dia memberitahu Putin bahwa ia tidak mengharapkan mereka sepakat soal masalah ini. Namun, Obama mengatakan penting bagi masyarakat internasional untuk maju bersama:

"Meskipun Amerika, Rusia dan negara-negara lain tidak setuju atas isu tertentu ini, tentang bagaimana menanggapi penggunaan senjata kimia, tetap penting bagi kita untuk bekerja sama dan berupaya mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk memecahkannya,” kata Obama.

Obama berupaya mengumpulkan dukungan internasional untuk melancarkan aksi militer untuk menghukum pemerintah Suriah atas serangan yang menewaskan lebih dari 1.400 orang pada bulan Agustus. Presiden Amerika mengatakan dia akan menyampaikan pidato kepada rakyat Amerika tentang masalah itu Selasa malam dan terus bekerja sama dengan Kongres mengenai resolusi yang mengizinkan aksi militer.

Presiden mengatakan para pemimpin dunia yang menghadiri jamuan makan malam G20, dan diskusi yang berlanjut sampai Jumat dini hari, menerima kesimpulan Amerika bahwa pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan itu .

Namun, ia mengatakan kekuatan dunia terbelah atas dilancarkannya aksi militer tanpa melalui Dewan Keamanan PBB.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG