Tautan-tautan Akses

Obama dan Presiden Iran Batal Bertemu di PBB


Presiden Iran Hassan Rouhani memberikan pidato di depan Majelis Umum PBB hari Selasa sore (24/9).

Presiden Iran Hassan Rouhani memberikan pidato di depan Majelis Umum PBB hari Selasa sore (24/9).

Meski tidak ada jadwal pertemuan resmi, pejabat AS tadinya tidak mengesampingkan kemungkinan pertemuan itu meski hanya untuk berjabat tangan.

Pejabat Amerika mengatakan Presiden Barack Obama dan Presiden Iran Hassan Rouhani tidak akan mengadakan pertemuan ketika keduanya berada di New York untuk menghadiri sidang tahunan Majelis Umum PBB.

Mereka hari Selasa (24/9) mengatakan pertemuan semacam itu akan terlalu rumit untuk dilakukan bagi delegasi Iran.

Tidak ada jadwal pertemuan antara kedua pemimpin itu, tetapi pejabat Amerika tadinya tidak mengesampingkan kemungkinan pertemuan itu meski hanya untuk berjabat tangan. Para pemimpin Amerika dan Iran belum pernah bertemu sejak sebelum revolusi Islamis tahun 1979 yang menggulingkan Shah Reza Pahlevi dukungan Amerika.

Rouhani berpidato di Majelis Umum PBB hari Selasa sore, sementara Obama lebih dahulu berpidato pada pagi harinya. Rouhani hari Senin mendesak para pemimpin Barat berdialog dengan Iran dan melonggarkan sanksi-sanksi ekonomi yang memberatkan negaranya.

Sementara, Obama mengatakan bahwa ia mengarahkan Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dalam upaya mencapai kesepakatan diplomatik mengenai program nuklir Iran. Obama menambahkan ia dengan tegas yakin bahwa “jalur diplomatik harus diuji.”

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon hari Selasa membuka sidang Majelis Umum dengan menghimbau para pemimpin dunia membantu mengakhiri perang saudara di Suriah. Kata Ban, ia menantikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang “bisa diterapkan dan mengikat” mengenai persetujuan Suriah untuk menyerahkan semua senjata kimianya.

Presiden Obama juga mengatakan Amerika terus bertekad menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina.
XS
SM
MD
LG