Tautan-tautan Akses

Obama Dukung Filipina di Laut Cina Selatan


Presiden Filipina Benigno Aquino (kiri) dan Presiden Barack Obama dalam pembicaraan di Gedung Putih (8/6).

Presiden Filipina Benigno Aquino (kiri) dan Presiden Barack Obama dalam pembicaraan di Gedung Putih (8/6).

Dalam pertemuan di Gedung Putih hari Jumat (8/6), Presiden AS Barack Obama dan Presiden Filipina Benigno Aquino sepakat untuk memperkuat kerjasama militer.

Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Filipina Benigno Aquino sepakat untuk memperkuat kerjasama militer mereka, di tengah ketegangan yang meningkat antara Filipina dan Tiongkok. Keamanan Asia adalah salah satu isu utama yang dibahas hari Jumat dalam kunjungan pertama Presiden Aquino ke Gedung Putih. Setelah pertemuan, Presiden Obama mengatakan ia dan Aquino sepakat untuk berkonsultasi erat pada isu-isu regional dan meningkatkan kerjasama mereka dalam pelatihan militer.

Dengan semakin tegasnya Tiongkok di kawasan itu, Filipina mencari bantuan guna memperkuat pertahanan angkatan laut dan udara. Pada saat sama, Amerika berusaha meningkatkan profilnya di kawasan Asia-Pasifik, dalam menghadapi semakin kuatnya pengaruh Tiongkok.

Pernyataan Gedung Putih menyebutkan Obama menegaskan lagi dukungan Amerika bagi usaha Filipina untuk memperkuat pertahanannya. Washington baru-baru ini mengalihkan kapal Penjaga Pantai Amerika kedua ke Filipina. Amerika dan Filipina memiliki Perjanjian Pertahanan Bersama sejak tahun 1951, yang tertua dari lima perjanjian aliansi Amerika di Asia.

Kapal-kapal Filipina dan Tiongkok selama dua bulan terlibat kebuntuan di kawasan yang disengketakan, meskipun Aquino mengatakan ketegangan sedikit mereda. Amerika tidak memihak mengenai sengketa Laut Cina Selatan, tetapi mendorong negara-negara di wilayah itu, termasuk pihak-pihak yang saling mengklaim, agar menyelesaikan sengketa melalui "kode etik" yang sedang dibuat dengan partisipasi Tiongkok.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG