Tautan-tautan Akses

Obama dan DPR AS Saling Tuding atas Kebuntuan Anggaran

  • Michael Bowman

Ketua DPR AS John Boehner (kiri) dan Presiden AS Barack Obama belum menemukan titik temu untuk mengakhiri kebuntuan anggaran pemerintah federal (foto: dok).

Ketua DPR AS John Boehner (kiri) dan Presiden AS Barack Obama belum menemukan titik temu untuk mengakhiri kebuntuan anggaran pemerintah federal (foto: dok).

Presiden Obama dan anggota DPR Partai Republik saling menuding dan tidak mengarah pada pemecahan masalah untuk membuka kembali kegiatan pemerintah.

Bukan hanya pihak Demokrat dan Republik berbeda pendapat dalam memecahkan masalah kebuntuan fiskal, namun tampaknya masing-masing juga yakin dirinya bahwa dengan berkeras pada pendirian akan membuat yang lain untuk menyerah, sehingga memperpanjang kemacetan.

Dalam pidato mingguannya hari Sabtu (5/10), Presiden Obama kembali berbicara keras terhadap anggota DPR dari Partai Republik karena mengajukan syarat-syarat partisan dalam penetapan anggaran pemerintah dan peningkatan pagu pinjaman federal.

"Saya tidak akan menerima persyaratan apapun sebagai ganti dibukanya kembali pemerintah. Dan tentunya saya tidak akan memberi konsesi apapun demi meningkatkan pagu utang," tegas Obama.

Hari Minggu (6/10) sore, tokoh DPR dari Partai Republik , Eric Cantor, mengecam penolakan presiden untuk berunding sementara pemerintah tetap tutup.

"Itu bukan kepemimpinan yang baik. Sikap seperti itulah yaitu ketidakinginan untuk duduk dan bebicara dengan kami, yang akhirnya membawa kita pada keadaan ini," kecam Cantor.

Perselisihan menjadi lebih sulit dengan adanya fakta bahwa banyak anggota DPR dari Partai Demokrat dan Republik yang tampaknya yakin bahwa sikapnya untuk tetap pada pendirian akan berhasil, jika mereka bersatu dalam partai dan bertahan. Poling menunjukkan rakyat Amerika lebih banyak menyalahkan Partai Republik karena penutupan pemerintah ini, dan anggota Kongres dari Partai Demokrat Jim Moran percaya bahwa strategi Partai Republik akan berdampak buruk bagi partai itu sendiri.

"Ini akan terbukti menjadi kesalahan perhitungan, karena saya berpendapat mayoritas warga Amerika menginginkan pemerintah dibuka," papar Moran

Partai Demokrat bertaruh bahwa kemarahan publik yang terus meningkat karena penutupan ini akan memaksa anggota DPR dari Partai Republik yang moderat untuk bergabung dengan Demokrat dalam meloloskan anggaran tanpa membawa-bawa syarat partai masing-masing. Sebelum hal ini terjadi, kata anggota kongres Moran, faksi Demokrat harus tetap pada pendiriannya.

Apa yang diinginkan kelompok Republik adalah menggagalkan undang-undang layanan kesehatan yang diajukan Obama, dan menyusutkan pemerintah. Banyak anggota DPR dari Partai Republik yakin mereka dapat meraih kedua hal ini, jika mereka berkeras pada pendiriannya. Anggota kongres dari Partai Republik Doug Lamborn mengatakan tidak percaya penolakan Presiden Obama untuk berunding dengan Partai Republik, akan bertahan lama.

Sebagian anggota DPR dan Senat dari Partai Republik mempertanyakan secara terbuka taktik yang dilakukan partainya, namun perbedaaan pendapat dalam Partai Republik belum cukup besar untuk memaksa Ketua DPR John Boehner mengizinkan diadakannya pengambilan suara untuk mendanai pemerintah.

Hari Sabtu, DPR sepakat untuk membayar seluruh gaji pekerja federal apabila penutupan pemerintah berakhir. Namun tidak jelas bagaimana dan kapan perselisihan yang mengakibatkan penutupan ini, akan berakhir.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG