Tautan-tautan Akses

AS

Obama Cukup Optimis Soal RUU Imigrasi


Presiden Amerika Barack Obama menyampaikan pidato di Gedung Putih, Washington, D.C (31/1).

Presiden Amerika Barack Obama menyampaikan pidato di Gedung Putih, Washington, D.C (31/1).

Presiden Amerika Barack Obama telah mengisyaratkan kesediaannya untuk membuka pintu kompromi bagi rancangan undang-undang imigrasi.

Dalam dua wawancara yang dirilis hari Jumat (31/1), Presiden Barack Obama mengatakan ia mungkin akan mengurungkan desakannya agar RUU imigrasi termasuk jalur khusus menuju kewarganegaraan bagi 11 juta orang yang sudah berada di Amerika secara gelap.

Komentar presiden Amerika itu disampaikan sehari setelah para pemimpin Republik di DPR mengeluarkan pernyataan prinsip-prinsip imigrasi, yang memungkinkan jutaan orang dewasa yang tinggal di Amerika secara tidak sah untuk memperoleh status sah setelah membayar utang pajak dan dendanya. Namun, rencana Partai Republik itu tidak sampai menawarkan jalur menuju kewarganegaraan, langkah yang oleh sebagian kalangan konservatif Partai Republik sebagai amnesti.

Presiden Obama telah menunggu sejak tahun lalu agar DPR membahas reformasi imigrasi setelah Senat meloloskan RUU yang menyediakan jalur menuju kewarganegaraan yang akan memakan waktu sedikitnya 13 tahun.

Presiden Obama mengatakan ia tetap "sedikit optimis" bahwa ia akan dapat menghasilkan kesepakatan reformasi imigrasi dengan Partai Republik. Komentar tersebut disampaikan dalam diskusi secara online "Google Plus Hangout" dan wawancara dengan CNN.

Banyak anggota Partai Republik menganggap reformasi undang-undang imigrasi sebagai kesempatan untuk menarik pemilih Hispanik yang sebagian besar mendukung Obama dan Partai Demokrat dalam pemilu 2012 dan 2008.
XS
SM
MD
LG