Tautan-tautan Akses

Obama: Clinton Lakukan Kesalahan Gunakan Email Pribadi


Presiden AS Barack Obama (kanan) dalam wawancara yang ditayangkan pada program “60 Minutes” stasiun televisi CBS Minggu malam (11/10).

Presiden AS Barack Obama (kanan) dalam wawancara yang ditayangkan pada program “60 Minutes” stasiun televisi CBS Minggu malam (11/10).

Presiden AS Barack Obama mengatakan Hillary Clinton melakukan “kesalahan” dengan menggunakan jaringan email pribadi, tetapi hal itu tidak membahayakan keamanan nasional.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan Hillary Clinton – kandidat capres unggulan Partai Demokrat yang akan bertarung untuk menggantikannya – melakukan “kesalahan” dengan menggunakan jaringan email pribadi ketika ia berdinas sebagai menteri luar negeri, tetapi hal itu tidak membahayakan keamanan nasional.

Dalam wawancara yang ditayangkan pada program “60 Minutes” stasiun televisi CBS Minggu malam (11/10), Obama mengatakan Clinton sebenarnya bisa lebih cepat mengungkapkan penggunaan jaringan email pribadi yang digunakan di rumahnya di luar kota New York itu.

Obama menambahkan pejabat-pejabat negara harusnya lebih sensitif dalam menangani dokumen-dokumen rahasia pemerintah, tetapi menambahkan bahwa kecaman terhadap Clinton telah dikipasi oleh Partai Republik yang ingin menggagalkan pencalonan Clinton.

Hillary Clinton telah berulangkali mengatakan tidak menerima atau mengirim dokumen rahasia pemerintah dalam ribuan email yang berasal menggunakan jaringan email pribadi, yang digunakannya ketika ia berdinas sebagai menteri luar negeri dari tahun 2009 hingga 2013. Tetapi tim penyelidik pemerintah telah menemukan puluhan email yang menurut mereka seharusnya ditandai sebagai rahasia.

Penyelidikan oleh komite DPR yang dipimpin fraksi Republik atas cara Clinton menangani serangan terhadap kantor konsulat Amerika di Benghazi – Libya tahun 2012 yang menewaskan empat warga Amerika – termasuk Duta Besar Chris Stevens – telah memusatkan perhatian pada penggunaan jaringan email pribadi dibanding jaringan email pemerintah, dan apakah hal itu telah membahayakan keamanan nasional. Clinton dijadwalkan memberi kesaksian tentang Benghazi dan penyelidikan atas emailnya di hadapan komite penyelidik DPR tanggal 22 Oktober mendatang.

Beberapa anggota Kongres dari fraksi Republik telah menyatakan bahwa penyelidikan itu non-partisan. Tetapi salah seorang anggota Kongres dari negara bagian California – Kevin McCarthy – baru-baru ini mengatakan kepada seorang wartawan televisi bahwa penyelidikan komite Benghazi itu telah membantu menurunkan dukungan politik bagi Clinton.

Clinton dan empat kandidat calon presiden dari Partai Demokrat dijadwalkan akan menglangsungkan debat pertama mereka untuk meraih nominasi partai pada Selasa malam (13/10) dan penggunaan email pribadinya itu tampaknya akan menjadi salah satu isu utama dalam debat.

Menjelang debat tersebut, Komite Nasional Partai Republik menyiarkan iklan-iklan politik yang menyerang pernyataan Clinton bahwa ia tidak mengirim dokumen rahasia kepada siapa pun. Iklan itu mengatakan “Hillary Clinton lagi-lagi tidak mengatakan yang sejujurnya kepada kita,” begitu kata iklan tersebut. [em/ii]

XS
SM
MD
LG