Tautan-tautan Akses

AS

Obama: Cegah Tragedi Tanpa Hiraukan Pandangan Politik

  • Kent Klein

Presiden AS Barack Obama menyeka air matanya saat memberikan pernyataan terkait penembakan massal di Connecticut.(Foto: Reuters)

Presiden AS Barack Obama menyeka air matanya saat memberikan pernyataan terkait penembakan massal di Connecticut.(Foto: Reuters)

Gedung Putih mengatakan Obama tetap berkomitmen untuk memperbarui larangan tingkat federal atas senjata serbu, yang kadaluwarsa pada 2004.

Presiden Amerika Barack Obama menyeka air mata saat ia menawarkan bantuan pemerintah dan dukungan emosional bagi para keluarga korban yang tewas dalam penembakan massal di sebuah sekolah di Connecticut pada Jumat (14/12).

Berbicara pada konferensi pers di Gedung Putih, Obama mengatakan ia menanggapi peristiwa itu sebagai orangtua, bukan sebagai presiden. Sebagai ayah dua anak perempuan, Presiden Obama mengatakan “hati kita hancur luluh,” dan ia berbicara pada para orangtua anak di seluruh penjuru Amerika agar memeluk anak mereka lebih erat malam ini.

“Kita telah menanggung terlalu banyak tragedi semacam ini dalam beberapa tahun terakhir. Setiap kali saya mendapat kabar, saya memberi reaksi tidak sebagai presiden tetapi, sama seperti orang lain, saya memberi reaksi sebagai orangtua anak,” ujar Obama.

Presiden Obama berbicara beberapa jam setelah paling tidak 20 orang anak dan enam orang dewasa tewas dalam penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut.

Obama beberapa kali berhenti berbicara dalam pernyataannya yang singkat dan bersusah payah menahan rasa dukanya ketika mengemukakan tentang para korban, sebagian besar adalah anak-anak berusia lima hingga 10 tahun.

“Mereka tadinya punya masa depan – ulangtahun, wisuda, pernikahan, punya anak sendiri,” ujarnya.

Ini setidaknya adalah insiden penembakan massal ke-10 di Amerika sejak Presiden Obama dilantik pada Januari 2009.

Presiden Obama menyebut beberapa diantara insiden itu, termasuk pembunuhan tiga orang disebuah pusat perbelanjaan di negara bagian Oregon tiga hari lalu. Ia mengatakan harus ada yang dilakukan untuk menghentikan kekerasan lebih jauh di tempat-tempat umum.

“Kompleks-kompleks perumahan ini adalah kompleks perumahan kita, dan anak-anak ini adalah anak-anak kita. Kita harus bersatu dan mengambil tindakan yang berarti untuk mencegah tragedi lain seperti ini, tanpa menghiraukan pandangan politik,” ujar Obama.

Obama tidak membahas langkah-langkah spesifik yang mungkin akan diambil. Media sosial di Amerika pada Jumat penuh oleh tuntutan diberlakukannya undang-undang pengawasan senjata yang lebih ketat.

Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan Presiden Obama tetap berkomitmen untuk memperbarui larangan tingkat federal atas senjata serbu, yang kadaluwarsa pada 2004.

Demi menghormati para korban penembakan, Obama telah memerintahkan bendera di atas Gedung Putih dikibarkan setengah tiang, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), John Boehner, telah berbuat serupa di Gedung Capitol.

Boehner merilis pernyataan tertulis, meminta rakyat Amerika untuk "mengunci senjata dan bersatu sebagai warga negara ... untuk menaklukkan kekejian yang tak terkatakan."

Laporan berita dari negara bagian Connecticut, Amerika mengatakan 28 orang, sebagian besar anak-anak, tewas dalam penembakan massal Jumat di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newtown.

Seorang polisi negara bagian Connecticut, Letnan J. Paul Vance memberitahu para wartawan bahwa pria bersenjata yang menewaskan para korban juga tewas. Pihak berwenang mengatakan prioritas diberikan pihak berwenang di tempat kejadian adalah memberitahu para orang tua anak-anak dan kerabat keluarga lainnya.

Seorang pejabat dari kantor gubernur mengatakan gubernur Connecticut “merasa ngeri” atas tragedi ini dan bergegas menemui anggota keluarga anak-anak itu.

Penembakan itu terjadi Jumat pagi di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, Connecticut.

Foto dan video dari tempat kejadian menunjukkan anak-anak cepat-cepat dibawa keluar dari sekolah, tapi baru beberapa jam lagi baru diketahui seberapa besar tragedi itu.

Gedung Putih mengatakan Presiden Obama berbicara dengan direktur FBI tentang kasus itu, dan terus-menerus menerima laporan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG