Tautan-tautan Akses

Obama, Castro akan Bertatap Muka pada KTT Negara-negara Amerika


Presiden Barack Obama (kanan) didampingi Menteri Luar Negeri AS John Kerry, dan Penasehat Keamanan Nasional AS Susan Rice, menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Panama Juan Carlos Varela di Panama City, Panama (10/4).

Presiden Barack Obama (kanan) didampingi Menteri Luar Negeri AS John Kerry, dan Penasehat Keamanan Nasional AS Susan Rice, menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Panama Juan Carlos Varela di Panama City, Panama (10/4).

Dalam pidato hari Jumat (10/4) di Panama City, Presiden Obama menyampaikan harapannya supaya upaya pemulihan hubungan diplomatik dengan Kuba akan memulihkan kehidupan warga Kuba.

Presiden Amerika Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro saling memberi salam Jumat sore (10/4) dan berjabat tangan di KTT Amerika yang diselenggarakan di Panama.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia gembira melihat perwakilan Kuba – untuk pertama kalinya dalam KTT Amerika – sehari sebelum ia diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan mitranya dari Kuba – Presiden Raul Castro.

Dalam pidato hari Jumat (10/4) di hadapan para pemimpin masyarakat madani di KTT Amerika yang diselenggarakan di Panama City, Presiden Obama menyampaikan harapannya supaya upaya memulihkan hubungan diplomatik dengan Kuba akan memulihkan kehidupan warga Kuba.

Presiden Obama mengatakan “masyarakat madani merupakan hati nurani negara kami, katalisator perubahan”. Ditambahkannya, “negara yang kuat tidak takut pada warganya, negara yang kuat merangkul – mendukung dan memberdayakan warga negaranya secara aktif”.

Wakil Penasehat Keamanan Nasional Presiden Barack Obama – Ben Rhodes – mengatakan kepada wartawan di KTT itu bahwa Presiden Barack Obama dan Presiden Raul Castro akan mengadakan pertemuan di sela-sela KTT tersebut, hari Sabtu (11/4).

Gedung Putih hari Jumat (10/4) juga mengumumkan bahwa Presiden Obama menelfon Presiden Castro pada hari Rabu (8/4). Rhodes mengatakan kedua pemimpin mengkaji-ulang upaya guna memulihkan sepenuhnya hubungan diplomatik, tetapi masih ada beberapa “perbedaan” diantara keduanya. Rhodes mengatakan Presiden Obama mengakui masyarakat madani Kuba masih menghadapi kekerasan tetapi yakin bahwa kebijakan yang melibatkan pemerintah Kuba akan berdampak positif.

Kedua pemimpin juga berbicara secara singkat melalui telfon bulan Desember lalu, sebelum Presiden Obama mengumumkan perubahan kebijakan Amerika atas Kuba.

Jorge Leganoa, wakil direktur Badan Informasi Nasional milik pemerintah Kuba, juga mengukuhkan pembicaraan kedua pemimpin itu.

Presiden Obama tiba di ibukota Panama Kamis malam untuk menghadiri KTT Negara-Negara Amerika, yang untuk pertama kalinya termasuk Kuba yang komunis.

Di sela-sela KTT, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry Kamis malam bertemu dengan menteri luar negeri Kuba, dalam pertemuan langsung tingkat tertinggi dalam beberapa dekade antara kedua pemerintah.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan pembicaraan Kerry dengan Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez “sangat konstruktif,” dan bahwa kedua pihak “setuju kedua negara telah membuat kemajuan.”

Pejabat itu tidak memberikan rincian, tetapi menekankan bahwa kedua pihak akan “terus bekerja untuk menyelesaikan berbagai isu yang ada.”

Lewat Twitter, Departemen Luar Negeri mengirim gambar Kerry yang berjabat tangan dengan Rodriguez, dan kedua diplomat senior itu kelihatan tersenyum simpul.

XS
SM
MD
LG